Transjakarta Sesalkan Insiden Rasisme di Koridor 10H
JAKARTA, investortrust.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyesalkan insiden dugaan rasisme yang terjadi di bus koridor 10H rute Tanjung Priok–Bundaran Senayan pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menyampaikan, Transjakarta menyayangkan adanya tindakan salah satu pelanggan terhadap pelanggan lain sebagaimana terekam dalam video yang beredar.
Baca Juga
Enam Halte Transjakarta Semarak dengan Dekorasi Imlek 2026, Berikut Lokasinya
"Transjakarta sangat menyesalkan adanya kejadian yang dilakukan oleh salah satu pelanggan terhadap pelanggan lain, seperti yang terekam pada video," ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).
Ayu mengimbau seluruh pelanggan untuk saling menghormati demi menjaga kenyamanan bersama. Transjakarta juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap ketidaknyamanan kepada petugas atau call center.
"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk saling menghormati demi kenyamanan bersama. Silakan laporkan segala bentuk ketidaknyamanan atau tindakan yang tidak menyenangkan kepada petugas kami di lapangan atau melalui call center 1500-102," ujar dia.
Ia juga mengapresiasi pelanggan lain yang turut mengingatkan dalam peristiwa tersebut.
"Kami juga mengapresiasi pelanggan lain yang turut mengingatkan. Mari bersama-sama saling jaga dan menciptakan suasana yang nyaman untuk semua pelanggan," ucap Ayu.
Insiden itu bermula ketika seorang pria diduga melontarkan ujaran rasis kepada penumpang lain dengan mengatakan, "Cina pergi ke hotel saja sana." Pengguna itu juga disebut mengancam korban agar tidak merekam kejadian dengan menyatakan, "Apa lu foto-foto orang, gue pecahin handphone lu."
Baca Juga
Transjakarta Bagikan 520.000 Paket Takjil Gratis Ramadan 2026
Saat kejadian, korban dan temannya tengah berdiri berdekatan di dalam bus. Mendengar ucapan tersebut, korban menegur pria itu. Seorang penumpang lain yang berada di belakang pria itu kemudian membela korban dan menegaskan pria itu yang lebih dulu bersikap rasis.
Peristiwa tersebut menuai kecaman warganet yang menilai tindakan diskriminatif tidak memiliki tempat di ruang publik, termasuk transportasi umum yang digunakan masyarakat dari berbagai latar belakang.

