Kolaborasi Dicoding–Accenture Perkuat Talenta Digital Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Dicoding, platform pendidikan teknologi di Indonesia, menyelenggarakan Program Asah 2025 untuk menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja digital melalui pelatihan teknologi dan penguatan soft skills selama 6 bulan yang berdampak pada kesiapan talenta muda menghadapi kebutuhan industri berbasis teknologi.
Program tersebut ditutup pada Februari 2026 melalui seremoni kelulusan sebagai apresiasi atas capaian peserta yang telah menyelesaikan pelatihan intensif. Dicoding menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dengan pendekatan industri guna memperkuat kesiapan kerja lulusan.
Chief Executive Officer (CEO) Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono mengatakan, kolaborasi dengan Accenture menghadirkan pembelajaran mandiri di platform Dicoding yang dipadukan dengan kelas live, mentoring, serta studi kasus berbasis kebutuhan industri. "Peserta bekerja dalam tim untuk mengembangkan solusi atas tantangan nyata sehingga memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan ekonomi digital," kata dia dikutip Senin (16/2/2026).
Baca Juga
Program ini telah melatih ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia dan lebih dari 75% peserta berasal dari kota kecil dan menengah. Capaian tersebut menunjukkan perluasan akses pendidikan teknologi sekaligus mendorong pemerataan talenta digital nasional.
Dia menilai program tersebut membuktikan talenta digital dapat tumbuh dari berbagai daerah ketika akses pendidikan tersedia secara merata dan terhubung dengan kebutuhan industri.
“Program Asah membuktikan bahwa talenta digital unggul dapat lahir dari mana saja. Fakta bahwa sebagian besar peserta berasal dari kota kecil dan menengah menunjukkan bahwa ketika akses dan kesempatan didistribusikan secara merata, potensi luar biasa dapat berkembang,” kata dia.
Managing Director AI and Data Indonesia Accenture B. Budiono menambahkan program tersebut tidak hanya fokus pada teknologi tetapi juga membentuk kesiapan profesional peserta dalam menghadapi era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Melalui Program Asah, kami membekali mahasiswa tidak hanya dengan keterampilan teknologi mutakhir, termasuk AI, tetapi juga dengan pola pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional yang dibutuhkan untuk berkembang di era AI. Investasi pada talenta muda hari ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan,” kata Budiono.
Keberhasilan program juga terlihat dari kisah lulusannya. Salah satunya adalah Alia Jennifer Kim Ritzky, mahasiswi Sistem Informasi dari Universitas Gunadarma yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik Asah 2025. Ia menyampaikan pengalaman mengikuti program yang berdampak pada kesiapan profesionalnya di dunia kerja.
Baca Juga
Di Davos CEO Microsoft Sebut Talenta AI Jakarta Tak Beda dengan Talenta AS, Bedanya Cuma Ini
“Saya merasakan manfaat program Asah saat menjalani magang sebagai IT operations intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Pelatihan soft skills di Asah membantu saya membangun kepercayaan diri dan membentuk pola pikir yang lebih positif,” ujar Alia.
Dengan tingkat kelulusan mencapai 95%, Asah menjadi salah satu program paling sukses yang diselenggarakan Dicoding dalam enam tahun terakhir. Pada seremoni kelulusan, perusahaan juga mengumumkan program ini akan kembali hadir dalam beberapa bulan ke depan dengan pendaftaran dibuka pada pertengahan 2026 melalui dicoding.com.

