Perdana, Presiden Prabowo Subianto Sambangi IKN
Poin Penting
| ● | Presiden Prabowo kunjungi IKN Nusantara pertama kali sejak dilantik untuk percepat pembangunan. |
| ● | OIKN genjot investasi, lima investor teken tujuh proyek di kuliner, niaga, perkantoran, dan olahraga. |
| ● | Proyek investasi diharapkan dorong ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara. |
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar kunjungan perdana ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Prabowo tiba di kawasan IKN sekitar pukul 18.50 WITA.
Prabowo bertolak dari Balikpapan, Kalimantan Timur sekitar pukul 18.30 WIB. Prabowo hadir di IKN menggunakan helikopter kepresidenan berwarna putih dan disambut Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono.
Kehadiran Prabowo ini merupakan kunjungan perdananya di IKN sejak dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.
Pada 2026 ini, OIKN mendapatkan anggaran sebesar Rp 6 triliun. Dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA, anggaran tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan IKN.
“Saat ini Otorita IKN terdistribusi dalam enam satuan kerja dan didukung oleh 24 pejabat pembuat komitmen,” kata Basuki, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo: Rantai Kemiskinan Ekstrem Putus Tahun 2029
Pembentukan keorganisasian IKN ini sejalan dengan arahan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam pengelolaan dan percepatan penyerapan anggaran di setiap kementerian dan lembaga.
Selain menetapkan keorganisasian, Otorita IKN terus menggenjot investasi. Pekan lalu, lima investor menandatangani tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset dalam Penguasaan (ADP) OIKN.
Kelima investor tersebut, di antaranya PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya dari Asatu Corporation. Lima investor itu akan mengembangkan berbagai sektor usaha mulai dari kawasan kuliner, niaga, perkantoran, hingga fasilitas olahraga dan berbagai sarana pendukung lainnya.
Hadirnya berbagai proyek ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengungkapkan bahwa proyek-proyek investasi ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2026.
“Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerja sama (PKS) ini akan memulai pembangunan sekitar pertengahan tahun 2026. Dan saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan juga perizinannya,” ujar Roi, dikutip dari laman resmi OIKN.
Komitmen investasi ini juga mendapat respons positif dari kalangan investor. Salah satu perwakilan dari PT Batara Maduma Prospernusa, Bob Yanuar, menyampaikan apresiasi atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Nusantara.
“Terima kasih, kami diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berpartisipasi di dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, saya pikir dan saya amati dengan kepemimpinan Bapak Basuki, kemajuan dan perkembangannya luar biasa,” kata Bob.

