Prabowo Sebut Tidak Masuk Akal Indonesia Masih Impor Pangan
KARAWANG, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menekankan, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan tanah yang subur. Untuk itu, Prabowo menyatakan, tidak masuk akal jika Indonesia masih impor dan bergantung pada bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
Hal itu ditegaskan Prabowo dalam sambutannya saat panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat (Jabar), Rabu (7/1/2026).
Baca Juga
Umumkan Indonesia Swasembada Pangan, Prabowo: Ini Balas Budi Saya kepada para Petani
"Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa bumi yang luas. Bumi yang kaya tanah yang subur, tetapi Kita tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya. Tidak masuk di akal saya," tegasnya.
Kepala Negara mengaku prihatin dan sedih karena banyaknya kekayaan negara yang bocor. Akibatnya, masih ada rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Untuk itu, Prabowo sejak lama berjuang untuk menyejahterakan rakyat dengan memimpin HKTI dan mendirikan partai.
"Saya berjuang sebagai ketua umum HTI, berjuang sebagai ketua umum sebuah partai. Kenapa? Karena saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa puluh tahun negara yang begini kaya Rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya. bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia," katanya.
Baca Juga
Prabowo mengaku bukan orang pintar atau memiliki gelar profesor. Namun, Prabowo dapat melihat yang benar dan tidak serta dapat melihat yang adil dan tidak adil.
Saya memang bukan orang pintar. Saya tidak punya gelar profesor, tetapi saya bisa melihat yang benar dan yang tidak benar. Saya bisa melihat yang masuk akal dan yang tidak masuk akal," katanya.

