Presiden Prabowo Tunjuk Tito Karnavian Jadi Ketua Satgas Pascabencana Sumatra, Intip Tugasnya
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id — Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah Sumatra.
Demikian disampaikan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).
“Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi, Aceh, Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Barat. Dan beliau menunjuk Bapak Jenderal Tito Karnavian, Mendagri, sebagai Ketua Satgas,” kata Prasetyo, dipantau melalui tayangan youtube Sekretariat Presiden.
Selain Tito, lanjut Prasetyo, Presiden Prabowo juga menunjuk Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Ketua Satgas. Adapun Dewan Pengarah Satgas diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno.
Baca Juga
Prasetyo juga menerangkan, penunjukan Mendagri sebagai Ketua Satgas didasarkan pada pertimbangan luasnya wilayah terdampak bencana yang mencakup tiga provinsi.
“Pertimbangannya karena bencana kali ini kan terdampak di tiga provinsi yang cukup luas dan dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Dalam Negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah Pak Mendagri dapat dikoordinasikan dengan lebih baik (kepada para kepala daerah, red),” jelas Prasetyo.
Adapun, Satgas ini memiliki ruang lingkup kerja yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, tidak hanya penanganan masa tanggap darurat.
Juru Bicara Istana itu menyebut, tugas Satgas antara lain melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang terdampak bencana. “Kalau BNPB kan bekerja di masa tanggap darurat. Kalau Satgas ini kan tentunya tidak hanya kita berbicara mengenai penanganan tanggap darurat, tetapi juga sudah berbicara mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi seluruh infrastruktur yang terdampak,” ungkap Prasetyo.
Ia menambahkan, Satgas ini bertanggung jawab untuk mengawal perbaikan jalan dan jembatan yang terputus akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Selain infrastruktur, kata Prasetyo, Satgas juga memprioritaskan pembangunan hunian bagi warga terdampak yang saat ini masih berada di pengungsian.
“Sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara-saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” ujar Prasetyo.
Untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang, pemerintah akan merealisasikan kompensasi agar warga dapat segera memperbaiki rumah dan kembali ke kediaman masing-masing.
“Alhamdulillah, tadi beberapa juga melaporkan hampir seluruh kementerian selain Danantara memberikan bantuan membangun hunian, kemudian kepolisian juga ikut membangun hunian. Kemudian, (Kementerian) PU juga sudah merencanakan berdasarkan data rekap yang sudah diterima baik yang rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat penanganannya tersendiri,” tutup Prasetyo.

