Teror Bangkai Ayam, Telur Busuk, hingga Bom Molotov pada Aktivis Ancam Kemerdekaan Berpendapat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyayangkan rentetan teror yang menimpa aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, DJ Donny, Virdian Aurellio dan Sherly Annavita di pengujung 2025.
Menurutnya, insiden tersebut bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan serangan teror terhadap kemerdekaan berpendapat warga negara yang dijamin konstitusi.
"Teror bangkai ayam, pelemparan telur busuk, vandalisme, hingga serangan bom molotov dan serangan digital adalah upaya sistematis untuk menciptakan iklim ketakutan," kata Usman dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Baca Juga
Adhi Karya Fokus Bangun Huntara dan Infrastruktur Dasar di Aceh Tamiang
Usman menilai teror tersebut merupakan upaya pembungkaman kritik publik atas buruknya penanganan bencana ekologis di Sumatra akibat kebijakan pro-deforestasi. Kritik yang lahir dari solidaritas kemanusiaan dan semangat perbaikan justru dibalas intimidasi fisik dan digital.
"Dari pesan ancaman "Mulutmu Harimaumu" yang ditujukan kepada Iqbal, hingga Donny, Sherly serta Virdian menegaskan negara ini belum memiliki kewibawaan hukum sehingga orang tertentu berani melakukan teror digital dan fisik tanpa rasa takut pada hukum," ujarnya.
Amnesty Internasional Indonesia menilai negara harus mengusut kasus teror tersebut. Sebab, jika negara tak serius mengusut tuntas, ada anggapan bahwa negara mengizinkan kejahatan tersebut.
"Jika teror berlalu tanpa pengusutan, negara secara tidak langsung merestui praktik anti-kritik dan memvalidasi kekhawatiran Amnesty bahwa 2025 adalah tahun malapetaka nasional HAM (hak asasi manusia)," ucapnya.
Baca Juga
Sebelumnya, Rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat kiriman bangkai ayam pada Selasa, (30/12/2025). Terdapat pesan bernada ancaman pada kaki bangkai ayam yang ditemukan di teras rumah tersebut.
Kemudian DJ Donny juga menerima serangan teror. Kediamannya dilempari bom molotov dua orang misterius.

