Natal di Gereja Immanuel Soroti Bencana Sumatra
JAKARTA, investortrust.id — Perayaan Natal 2025 di Gereja Immanuel Jakarta menyoroti kondisi bangsa, khususnya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Tema “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” diangkat sebagai refleksi atas situasi tersebut.
Pendeta Gereja Immanuel, Abraham Ruben Persang menyampaikan, tema Natal tahun ini telah dirumuskan sejak April 2025 melalui proses perenungan terhadap perjalanan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Tema itu kemudian dinilai relevan dengan bencana yang terjadi di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kami memang tidak menyangka akan adanya bencana di tiga provinsi di Sumatra, tetapi dengan tema ini kami semakin dikuatkan bahwa pesan kitab suci bukan hanya untuk internal gereja, tetapi juga untuk bangsa ini,” kata Ruben seusai ibadah Natal sesi pertama, di Gereja GPIB Immanuel, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
Menurut dia, tema tersebut menekankan pesan pemulihan relasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan seluruh ciptaan. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian ibadah Natal yang digelar dalam tiga sesi, yakni pukul 09.00 WIB, 16.00 WIB berbahasa Inggris, dan 18.00 WIB.
Sorotan terhadap bencana juga diwujudkan melalui ornamen dan visual perayaan Natal di Gereja Immanuel. Ruben menjelaskan, dekorasi dibuat lebih sederhana dengan menampilkan unsur ciptaan, seperti gambar hewan, serta pohon yang dihiasi kertas-kertas doa jemaat.
Baca Juga
Pesan Natal 2025, Kardinal Suharyo Soroti Korupsi dan Kerusakan Alam
“Di balik kertas doa itu ada doa pribadi, pergumulan keluarga, doa untuk bencana yang baru terjadi, dan juga untuk pergumulan di Timur Tengah,” kata dia.
Selain refleksi spiritual, Gereja Immanuel juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatra. Ruben mengatakan Gereja Immanuel, sebagai bagian dari 356 jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), telah membuka penggalangan bantuan sejak bencana terjadi.
“Satu bulan lalu pimpinan gereja mengarahkan kami untuk membuka kotak khusus dalam ibadah dan menggalang bantuan dalam bentuk barang,” jelas dia.
Dikatakan Ruben, bantuan tersebut disalurkan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui jalur laut dari Jakarta menuju Sumatra Utara, tepatnya di Pelabuhan Belawan, Medan. Ia menyebut, bantuan telah diterima oleh warga terdampak di Sibolga, Aceh, hingga Sumatra Barat.
Sementara itu, antusiasme jemaat dalam perayaan Natal tahun ini disebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ruben mengatakan jumlah jemaat yang hadir pada ibadah malam Natal dan sesi pagi bertambah signifikan hingga sebagian harus berdiri selama ibadah.
“Kami melihat umat memang membutuhkan penguatan secara spiritual, terutama di tengah situasi yang tidak mudah seperti saat ini,” tandas Pendeta Ruben.
Baca Juga
Jasa Marga Berlakukan ‘Contraflow’ di Tol Japek Arah Cikampek di Hari Natal 2025
Adapun ibadah Natal berbahasa Inggris tetap dipertahankan sebagai bentuk pelayanan bagi jemaat internasional. Menurut Ruben, layanan tersebut terbuka bagi ekspatriat maupun perwakilan kedutaan yang ingin mengikuti perayaan Natal di Gereja Immanuel.
C

