Panitia Natal Nasional 2025 Distribusikan Bantuan Pendidikan Rp 10 Miliar dan 20 Ribu Paket Sembako
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Panitia Natal Nasional 2025 telah menyalurkan bantuan sosial secara luas di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari pengabdian dan panggilan iman bagi sesama. Salah satu langkah nyata yang dilakukan panitia adalah pendistribusian bantuan pendidikan senilai Rp 10 miliar kepada 1.000 orang. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta.
Bantuan ini diberikan di sepuluh titik wilayah, yakni Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai, dan Nias. Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (24/12/2025) Panitia Natal Nasional menyebut bantuan pendidikan ini berasal dari kontribusi umat Muslim sebagai wujud sinergi antaragama dalam mendukung pendidikan anak-anak Indonesia.
Baca Juga
Selain bantuan pendidikan, panitia juga menyalurkan 20.000 paket sembako kepada masyarakat di sepuluh titik wilayah yang sama. Setiap titik menerima 2.000 paket sembako, yang berasal dari donasi umat Budha. Hal ini menunjukkan komitmen panitia dalam membangun kebersamaan lintas agama sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya pendidikan dan kebutuhan pokok, Panitia Natal Nasional 2025 juga memberikan bantuan di bidang kesehatan berupa 35 unit ambulans yang disalurkan di sepuluh titik, masing-masing tiga unit per titik, dengan dukungan dari Astra. Selain itu, panitia menyalurkan dana senilai Rp 10 miliar untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 45 gereja berada di Papua, Maluku, Maluku Utara, dan NTT, sementara 55 gereja lainnya tersebar di 29 provinsi lainnya. Setiap gereja menerima dana renovasi sebesar Rp 100 juta.
Panitia juga memberikan perhatian pada organisasi gereja nasional dengan menyalurkan bantuan kepada PGI, KWI, PGLII, PGPI, Baptis Indonesia, Advent Indonesia, Bala Keselamatan, dan Gereja Ortodoks. Bantuan juga diberikan kepada 3.000 orang tamu kehormatan, termasuk anak sekolah minggu, guru sekolah minggu, koster gereja, guru agama, paduan suara, anak yatim piatu, dan disabilitas Kristen maupun Katolik, masing-masing menerima Rp 1,5 juta per orang, sehingga total bantuan mencapai Rp 4,5 miliar.
Selain itu, panitia juga mendukung pembangunan infrastruktur dan pendidikan dengan menyalurkan dana untuk pembangunan dua jembatan senilai Rp 2,5 miliar di wilayah pegunungan Papua serta pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman di Desa Sinakma, Wamena, Papua Pegunungan senilai Rp 3 miliar. Bantuan Alkitab juga disalurkan berupa 10.000 eksemplar dengan nilai total Rp 1 miliar untuk masyarakat.

