Gibran Minta Usut Tuntas Mobil MBG Tabrak 20 Siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan permohonan maaf atas insiden mobil pengantar makan bergizi gratis (MBG) menabrak 20 siswa di SDN Kalibaru 01 Pagi Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Selain memohon maaf, Gibran juga meminta agar insiden tersebut segera diusut tuntas.
"Saya juga telah meminta agar segera dilakukan pengusutan tuntas, penegakan hukum, dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," kata Gibran melalui keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga
Mobil MBG Tabrak 20 Pelajar SDN Kalibaru 01 Cilincing, Gibran: Saya Mohon Maaf Sebesarnya
Wapres Gibran kemudian segera meninjau para korban yang dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Gibran atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf dan menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Wapres meminta kejadian serupa tidak terulang kambali di masa mendatang.
"Atas nama pemerintah, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan menyayangkan kejadian ini. Kejadian ini tidak boleh terulang," tuturnya.
Diberitakan, mobil pengantar MBG milik swasta dengan nomor polisi B-2093-UIU menerobos pagar dan masuk ke halaman SDN Kalibaru 01 Cilincing, Kamis (11/12/2025) pagi. Mobil kemudian menabrak sejumlah siswa dan guru yang sedang berkegiatan di lapangan sekolah.
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Utara Muniarsi Hutapea memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden mobil pengantar MBG tabrak sejumlah siswa dan guru SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Kamis (11/12/2025) pagi.
“Korban dipastikan tertangani dengan baik, dengan perawatan di rumah sakit,” kata Muniarsi di Jakarta.
Baca Juga
Dia memerinci sebanyak 16 korban mendapat perawatan medis di RSUD Cilincing dan lima korban di RSUD Koja.
Berdasarkan informasi terkini, 14 korban yang ditangani di RSUD Cilincing sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat terapi healing pada Kamis siang. Sedangkan dua korban lainnya di RSUD Cilincing menjalani rawat inap dan lima korban yang ditangani di RSUD Koja juga menjalani rawat inap.
“Dari 21 korban itu, 20 korban merupakan siswa dan seorang korban, seorang guru,” ujar Muniarsi.

