Anugerah Dewan Pers 2025 Beri 3 Penghargaan ke Tokoh dan Insan Pers di Tanah Air, Siapa Saja?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Pers menganugerahkan tiga penghargaan dalam Anugerah Dewan Pers 2025 yang digelar di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/12/2025). Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), jurnalis Muhammad Rifki Juliana, serta almarhum Jakob Oetama menjadi penerima penghargaan tahun ini.
Ketua Panitia Anugerah Dewan Pers 2025 Maha Eka Swasta mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh dan insan pers yang dinilai berkontribusi besar bagi kemerdekaan pers, kemanusiaan, dan profesionalisme jurnalistik.
“Semoga penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja jurnalistik, kemanusiaan, dan perdamaian adalah satu nafas yang sama, menjaga martabat manusia dan demokrasi di negeri ini,” ujarnya.
Baca Juga
Jusuf Kalla Terima Anugerah Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian dari Dewan Pers
Rifki Juliana memperoleh Penghargaan Wartawan Tangguh usai menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas jurnalistik, namun tetap setia melanjutkan profesinya. Dewan Pers pun menilai keteguhannya merupakan wujud keberanian dan integritas wartawan di lapangan.
Sementara itu, JK menerima Penghargaan Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian. Eka menyebut, selain menghormati profesi wartawan, JK dinilai konsisten menjaga kemerdekaan pers, menjunjung Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan peran Dewan Pers dalam penyelesaian sengketa.
“Selama ini beliau (JK) dikenal juga sebagai tokoh perdamaian dan kemanusiaan. Hal tersebut bisa dilihat dari proses perdamaian di Aceh dan Poso,” kata Eka.
Baca Juga
Ketua Dewan Pers: Anugerah Jurnalistik Pertamina Jadi Inkubator Lahirnya Insan Pers Hebat
Penghargaan ketiga diberikan kepada mendiang Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers. Jakob dinilai sebagai jurnalis kawakan yang memperkenalkan jurnalisme bijak, hati-hati, dan humanis.
Ia dipandang bukan hanya sebagai pemimpin media, tetapi juga guru dan teladan bagi banyak wartawan. “Bagi banyak wartawan yang menilainya bukan sekadar pemimpin, ia adalah guru serta teladan tentang bagaimana jurnalisme harus dijalankan: akurat, penuh kehati-hatian, dan rasa tanggung jawab kepada publik,” tutur Eka.
Sebagai informasi, seluruh penerima penghargaan dipilih melalui musyawarah sembilan anggota Dewan Pers pada awal Oktober 2025, dilanjutkan rembuk bersama konstituen. Dari proses itu, tiga figur dinilai paling layak menerima penghargaan tahun ini.

