Kebakaran Terra Drone Tewaskan 22 Orang, Mendagri Sebut Prabowo Tak Ingin Terulang Lagi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak ingin peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa kembali terulang. Diketahui, kebakaran yang melanda gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Selasa (9/12/2025) menewaskan 22 orang.
Saat mengecek gedung Terra Drone, Rabu (10/12/2025), Tito mengatakan, dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menaruh perhatian atas kebakaran tersebut. Menurutnya, tragedi itu menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk menata kembali prosedur gedung-gedung demi mencegah kebakaran.
Baca Juga
Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran Bertambah Jadi 22 Orang
"Saya yakin Bapak Presiden tidak menginginkan ini terulang kembali. Oleh karena itu, Pak Mensesneg menelepon kami dan ya kita segera, saya selaku Mendagri tentu pembina wilayah, ini memiliki tanggung jawab untuk menangani, jangan sampai terulang kembali," kata Tito dikutip dari Antara.
Tito meyakini Presiden Prabowo pun memberikan atensi atas tragedi kebakaran gedung Terra Drone itu karena menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit, yakni sebanyak 22 orang.
"Jangan kita beranggapan bahwa eh sudah selesai, nanti diam-diam setelah itu kejadian yang sama terulang," katanya.
Baca Juga
Korban Kebakaran Hong Kong Tembus 146 Jiwa, Penyelidikan Mengarah ke Kelalaian Konstruksi
DIkatakan, pemerintah akan mengkaji persoalan penerbitan izin pembangunan gedung tersebut, termasuk mengecek status risiko gedung itu, baik risiko rendah, sedang, atau tinggi. Dari pengamatan sejauh ini, Tito menilai gedung itu memiliki risiko tinggi karena terdapat peralatan yang mudah terbakar, yakni baterai drone yang berada di lantai satu gedung.
"Tapi karena dianggap risiko rendah, ya di-approve saja tanpa melihat lokasi mungkin, sehingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran enggak dilibatkan mungkin saat itu," katanya.
Diberitakan, kebakaran gedung Terra Drone pada Selasa (9/12/2025) mengakibatkan 22 orang meninggal dunia. Jumlah korban meninggal dunia tersebut terdiri dari tujuh orang berjenis kelamin laki-laki dan 15 lainnya orang lainnya merupakan perempuan.

