Korban Banjir-Longsor Sumatra Bertambah Jadi 916 Jiwa, 274 Masih Dicari
Poin Penting
|
BANDA ACEH, Investortrust.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali bertambah pada Minggu, 7 Desember 2025. Berdasarkan data terbaru yang tercantum di situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban jiwa kini mencapai 916 orang. Angka ini meningkat dua orang dibandingkan data Sabtu sore, 6 Desember 2025.
Sebelumnya, BNPB melalui keterangan yang disampaikan dari Banda Aceh oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, melaporkan bahwa hingga Sabtu sore jumlah korban meninggal dunia berada pada angka 914 jiwa.
“Per sore ini, 6 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia mencapai 914 jiwa, meningkat 47 dari total kemarin yang sebanyak 867,” ujarnya.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 359 jiwa. Sumatra Utara menyusul dengan 329 korban meninggal dunia, sementara Sumatra Barat mencatat 226 korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor. Tingginya angka korban di ketiga provinsi ini menggambarkan besarnya skala kerusakan dan tantangan berat dalam operasi pencarian dan evakuasi.
Selain korban meninggal, BNPB melaporkan 274 orang masih dinyatakan hilang pada Minggu, sementara data sebelumnya menunjukkan adanya dinamika jumlah orang hilang seiring proses pencarian yang berlangsung.
Tim Search and Rescue (SAR) mencatat bahwa hingga Jumat, 5 Desember, sebanyak 521 orang masih hilang, sebelum kemudian menurun menjadi 389 orang berkat temuan-temuan terbaru, termasuk warga yang berhasil ditemukan selamat atau melapor diri dalam keadaan aman. Jumlah korban hilang ini masih dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
Di tengah bencana besar ini, 4.200 orang dilaporkan terluka. Kerusakan fasilitas umum juga meluas, mencakup 1.300 fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, dan 697 fasilitas pendidikan. Selain itu, 420 rumah ibadah, 234 gedung atau kantor, serta 405 jembatan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan longsor.

