Menpora Erick Thohir Dorong Perubahan Persepsi soal Kesejahteraan Atlet Nasional
Poin Penting
| ● | Erick Thohir tegaskan insentif atlet jadi langkah awal perbaikan kesejahteraan. |
| ● | Pemerintah kaji skema dana pensiun untuk memastikan masa depan atlet. |
| ● | Bonus Rp1 miliar untuk peraih emas SEA Games 2025 jadi tabungan perlindungan. |
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menegaskan keberlanjutan karier atlet tak hanya bergantung pada prestasi semasa aktif, tetapi juga pada jaminan masa depan yang harus disiapkan negara.
Menurutnya, langkah pemerintah memberikan insentif tambahan merupakan awal dari upaya memperbaiki kesejahteraan atlet nasional.
“Makanya liganya, gaji pemain olahraganya. Nah, alhamdulillah Bapak Presiden kemarin ya udah kasih insentif. Bonus SEA Games 2025 aja dikasih jadi Rp 1 miliar,” kata Erick saat ditemui di sela-sela acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 yang digelar di Jakarta, Sabtu, (6/13/2025).
Sebagaiamna diketahui Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif atau bonus senilai Rp 1 miliar kepada atlet yang meraih medali emas. Insentif tersebut, lanjutnya, tak semata-mata untuk penghargaan, melainkan juga sebagai bentuk perlindungan finansial. Erick menyoroti kondisi sebagian atlet yang masih menghadapi kesulitan ekonomi, terutama ketika mengalami cedera atau memasuki masa pensiun.
“Ini insentif lho, supaya apa? Atletnya itu pemain utamanya, aktornya atau artisnya. Ternyata mereka miskin. Bahkan cedera susah. Nah, dengan bonus yang diberikan oleh pemerintah, ini kan menjadi tabungan," jelas Erick.
Ia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji skema dana pensiun untuk atlet. Program tersebut dirancang agar para atlet memiliki kepastian penghidupan setelah tidak lagi berlaga. “Dan disitulah saya juga dengan beliau sedang menggodok juga mengenai dana pensiun atlet seperti apa mekanismenya. Supaya atlet itu punya masa depan," ujarnya.
Baca Juga
Erick Thohir Dorong Transformasi Kemenpora Lewat Indonesia Sports Summit 2025
Padahal, ia menekankan, potensi pendapatan atlet sangat besar, terutama di cabang olahraga populer seperti sepak bola. “Kalau lihat gaji pemain bola, miliaran. Miliaran lho. Setahun bisa Rp 4-5 miliar, jadi kalau perbulannya berapa ratus juta? Saya rasa nggak banyak penduduk Indonesia yang punya gaji ratusan juta," ungkapnya.
Erick menilai persepsi keliru mengenai profesi atlet harus diluruskan. Karena itu, pemerintah mendorong ekosistem yang memungkinkan atlet memiliki karier yang layak, mulai dari bonus, insentif, hingga kebijakan pendidikan lanjutan.
“Makanya kita mau olahragawan itu punya bonus yang baik, punya masa depan yang baik, dan tadi kebijakan student-atlet yang diberikan Bapak Presiden mengenai LPDP ini juga penting supaya kalau setelah pensiunnya, tetap bisa berlanjut ke yang lain,” tandas Erick.

