Prabowo Respons soal Status Darurat Bencana Nasional Terkait Banjir Sumatra
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto buka suara mengenai kemungkinan menerapkan status darurat bencana nasional terkait banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Prabowo mengatakan, pemerintah terus memantau kondisi bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar.
"Nanti kita monitor terus," kata Prabowo seusai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di gedung BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.
Baca Juga
Siklon Senyar Picu Banjir dan Longsor di Sumbar: 23 Tewas, 12 Hilang
Prabowo memastikan pemerintah terus memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana banjir Sumatra. Dikatakan, pemerintah akan menilai kondisi di lapangan sebelum memutuskan menerapkan status darurat bencana.
"Ya, kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya," katanya.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada puncak peringatkan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Prabowo mendoakan para korban banjir agar diringankan duka dan penderitaannya.
“Pada saat sekarang kita merasakan bahwa ada saudara-saudara kita yang mengalami duka, musibah, akibat bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Nusantara kita ini, yang terakhir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tentunya kita berdoa agar mereka senantiasa dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, diringankan duka dan penderitaan mereka,” ucap Prabowo.
Di hadapan ribuan guru dari seluruh Indonesia, Prabowo menegaskan pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian dengan menyalurkan bantuan melalui jalur darat maupun udara. Hal ini untuk memastikan pertolongan segera sampai kepada warga terdampak.
Prabowo menegaskan, negara hadir sepenuhnya dan seluruh elemen pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan di lapangan demi menyelamatkan nyawa dan mempercepat pemulihan daerah terdampak. Namun, Prabowo mengakui, proses pengiriman bantuan menghadapi rintangan karena terputusnya akses jalan dan cuaca yang tidak menentu.
"Tetapi memang kondisinya sangat berat. Banyak yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan. Kadang-kadang helikopter dan pesawat kita sulit untuk mendarat," katanya.
Kepala Negara menyatakan, pemerintah telah mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400 untuk mengirim bantuan kepada para korban. Pemerintah memastikan pengiriman bantuan akan dilakukan terus-menerus sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala Negara mengatakan, bencana banjir Sumatra menjadi peringatan bagi semua pihak mengenai tantangan perubahan iklim, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan.
"Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi," katanya.
BNPB mencatat banjir Sumatra mengakibatkan 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 orang lainnya luka-luka.
Baca Juga
Doakan para Korban Banjir Sumatra, Prabowo Pastikan Pemerintah Bergerak Cepat
Korban banjir Sumut hingga saat ini tercatat terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang. Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan enam orang, Kota Padang Sidempuan satu orang, serta Pakpak Barat dua orang. M
Sementara di Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan delapan orang luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.
Sementara di Sumbar, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka yang tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

