20 Ribu Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Provinsi Aceh
Poin Penting
| ● | Banjir besar melanda 9 wilayah di Aceh dengan lebih dari 20 ribu KK terdampak. |
| ● | Banyak akses jalan terputus dan ribuan warga masih mengungsi. |
| ● | Pemerintah daerah dan BNPB lakukan evakuasi, dapur umum, dan status darurat. |
JAKARTA, Investortrust.id - Sebanyak lebih dari 20 ribu KK terdampak oleh banjir yang melanda Provinsi Aceh. Melansir data dari BNPB per Kamis, 27 November 2025, banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sejak pekan ke-4 bulan November 2025. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara terus-menerus menyebabkan permukaan air sungai meningkat dan merendam permukiman warga di berbagai kabupaten/kota.
Banjir tercatat berdampak pada wilayah Kota Sabang, Kota Subulussalam, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Barat, serta Kabupaten Bireuen.
Berikut rincian wilayah terdampak sebagaimana tercantum dalam data BNPB:
Kota Sabang (26 November 2025)
2 kecamatan terdampak
Dampak korban & kerusakan masih dalam pendataan
Kabupaten Bireuen (26 November 2025)
956 KK terdampak
Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung
Kabupaten Aceh Barat (26 November 2025)
183 KK terdampak
Kabupaten Gayo Lues (25 November 2025)
10 kecamatan terdampak
Kota Lhokseumawe (27 November 2025)
100 KK mengungsi
Kabupaten Aceh Utara (27 November 2025)
2.688 KK terdampak
Kabupaten Aceh Timur (22 November 2025)
7.972 KK terdampak akibat meluapnya sungai di beberapa kecamatan
Kota Subulussalam (26 November 2025)
4 kecamatan terdampak
Kabupaten Aceh Singkil (27 November 2025)
6.579 KK terdampak
Saat ini BNPB bersama BPBD telah melakukan sejumlah langkah untuk meminimalkan dampak yang dirasakan para korban banjir. salah satunya melakukan evakuasi dengan menggunakan rubber boat seperti yang dilaksanakan di Aceh Barat. Sejumlah pos pengungsian pun telah didirikan,
Sementara itu berdasarkan situasi terakhir, kondisi banjir di Kota Lhokseumawe dilaporkan mulai surut. Sementara di Kabupaten Aceh Barat ketinggian air kembali meningkat sehingga akses jalan beberapa wilayah terputus. Di Kabupaten Aceh Utara, jaringan komunikasi, PLN, dan kantor pemerintahan lumpuh total dengan kondisi permukaan air yang belum surut.
Di Kabupaten Aceh Timur, banjir dilaporkan belum surut akibat sungai meluap setelah hujan deras. Berikutnya di Kabupaten Aceh Singkil tiinggi air mencapai 50–100 cm. Sejauh ini penanganan bencana di Aceh Cingkil terkendala karena beberapa akses jalan terputus dan tertimbun material longsor.
Sedangkan banjir di Kabupaten Bireuenmemberikan dampak di 8 kecamatan dan 12 desa.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Aceh.

