TNI Tambah 150 Batalyon per Tahun, Pengamanan Instalasi Vital Dimulai Desember
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah mempercepat pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui penambahan batalyon dalam skala besar yang dilakukan secara bertahap setiap tahun. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa hingga 2025 Indonesia telah memiliki 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, dan jumlah tersebut akan terus ditambah dengan ritme 150 batalyon per tahun.
“Pembangunan kekuatan ini diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara, stabilitas nasional, serta mendukung pembangunan ekonomi,” kata Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, satuan-satuan baru tersebut akan disebar untuk memperkuat keamanan di berbagai daerah, termasuk 514 kabupaten di seluruh Indonesia. Sjafrie menegaskan bahwa penambahan batalyon tidak dimaksudkan sebagai ekspansi teritorial, melainkan untuk memperkuat perlindungan wilayah dan kepentingan nasional, termasuk mengamankan industri strategis yang vital bagi negara.
Baca Juga
20.000 Personel TNI Disiapkan untuk Misi Perdamaian di Gaza, Dipimpin Jenderal Bintang 3
Sejalan dengan itu, pemerintah juga memulai pengamanan instalasi vital nasional pada Desember 2025. TNI akan menugaskan personel untuk menjaga kilang dan terminal Pertamina serta objek strategis lainnya.
Kebijakan tersebut dilaksanakan dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai revisi Undang-Undang TNI. “Tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki Pertamina, juga bagian dari OMSP,” ujar Sjafrie.
Menhan menambahkan bahwa operasi ini akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk memastikan deteksi dini terhadap potensi ancaman dan meningkatkan keamanan fisik objek-objek penting tersebut.

