PU Mulai Bangun Sekolah Rakyat di 3 Provinsi Senilai Rp 3,89 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan dengan anggaran sebesar Rp 3,89 triliun. Pelaksanaan ditandai dengan penandatanganan kontrak di Jakarta pada Senin (17/11/2025), disaksikan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan Visi dan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Program ini bertujuan membuka akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah, yakni desil 1 dan 2.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekedar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Dody dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/11/2025).
Adapun empat paket kontrak pembangunan yang ditandatangani mencakup pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah yang berlokasi di Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya dengan nilai kontrak Rp 985,9 miliar.
Selanjutnya, paket kedua yaitu pembangunan di Kalimantan Selatan yang meliputi Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru senilai Rp 700 miliar.
“Sedangkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan terbagi menjadi dua paket, dimana pertama mencakup lima lokasi di Kabupaten Sidrap, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Tanah Toraja dengan nilai kontrak Rp 1,23 triliun,” terang Dody.
Sementara itu, lanjut Dody, paket kedua mencakup Kabupaten Bone, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Sinjai dengan nilai Rp 974 miliar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana Strategis Bisma Staniarto meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia jasa konstruksi menerapkan mitigasi risiko secara cermat serta memastikan pengadaan material yang tepat dan mengutamakan produk dalam negeri.
“Pastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, tepat administrasi, dan tepat manfaat, mengingat pelaksanaan konstruksi Sekolah Rakyat di tiga provinsi ini cukup singkat yaitu sekitar 240 hari kalender,” pungkas Bisma.

