Dompet Dhuafa Gagas Gaza Development Fund dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Konferensi Asia Pasifik Untuk Palestina resmi menghasilkan “The Asia Pacific Declaration for Palestine 2025” yang digelar di Aula Nusantara, Gedung DPR RI, Jakarta, pada Sabtu (8/11/2025). Sebanyak 125 peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Australia, Maladewa, Bangladesh, hingga Kamboja bersepakat memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penghentian genosida.
Salah satu poin penting dalam deklarasi tersebut adalah gagasan pembentukan Gaza Development Fund (GDF) yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa. Lembaga filantropi tersebut mendapat kepercayaan menjadi narasumber dalam merumuskan konsep pemulihan pasca-konflik dan pembangunan jangka panjang di Gaza. Selain itu, konferensi juga menetapkan Jakarta sebagai markas Asia Pacific Global Coalition on Al-Quds and Palestine (GCAP).
Baca Juga
Dompet Dhuafa Layani 115 Pengungsi Gaza Melalui Klinik Keliling di Yordania
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini dalam sesi “Agenda Aksi Bersama Asia Pasifik untuk Palestina” memaparkan konsep Gaza Development Fund (Gerakan Dana Abadi Bersama). Inisiatif ini menandai transisi dukungan dari bantuan darurat menuju strategi rekonstruksi berkelanjutan untuk memperkuat sektor sosial dan ekonomi Gaza.
Ahmad menjelaskan bahwa GDF dirancang sebagai mekanisme pendanaan strategis untuk membangun kembali infrastruktur dan layanan sosial, seperti rumah sakit, sekolah, pasar, masjid, hingga fasilitas publik lainnya. Dana akan dikelola dalam dua skema, yakni Endowment Fund (Dana Abadi) dan Non-Endowment Fund.
Dana abadi bersumber dari wakaf produktif dengan target hasil investasi minimal 6% per tahun untuk menjadi sumber pembiayaan tetap pembangunan Gaza. Sementara itu, Non-Endowment Fund berasal dari Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), CSR, dan donasi publik yang dapat langsung dimanfaatkan untuk pemulihan jangka pendek dan menengah. “Setelah ini tentu kita harus perkuat sinergi dengan semua lembaga yang terlibat maupun yang peduli Palestina, lingkup nasional dan internasional,” ujar Ahmad Juwaini.
Dalam sesi yang sama, Ambassador Global Alliance of Humanity Solidarity for Palestine Yuli Mumpuni Widarso menyerukan bahwa diplomasi total atau total diplomacy untuk memperkuat solidaritas Asia Pasifik. Sementara akademisi Maimon Herawati dan perwakilan Malaysia, Fauziah Abd Hasan, menekankan pentingnya akses dan penguatan literasi serta ruang kreativitas bagi anak muda dalam gerakan kemanusiaan untuk Palestina.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Salurkan 220 Paket Pangan untuk Pengungsi Gaza di Yordania
Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menutup konferensi dengan apresiasi terhadap kontribusi Dompet Dhuafa yang konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan secara inklusif.
Konferensi ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), BKSAP DPR RI, Global Coalition for Al-Quds and Palestine, serta lembaga filantropi lainnya, sebagai tindak lanjut konsolidasi koalisi global di Istanbul. Diharapkan, inisiatif berkelanjutan seperti GDF menjadi fondasi strategis bagi masa depan Palestina yang merdeka dan bermartabat.
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa selama lebih dari 32 tahun melalui lima pilar program: pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR, dengan tata kelola yang mengedepankan prinsip GCG.

