Setahun Prabowo, IPO Sebut Ekonomi Nasional Menguat dan Kepercayaan Publik Meningkat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Tingkat kepercayaan dan kepuasan publik menunjukkan tingkat kepercayaan dan kepuasan yang tinggi terhadap kinerja pemerintahan dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO), didapati sebanyak 73 persen responden kondisi ekonomi nasional baik dan cukup baik, meningkat tajam dibanding periode survei Oktober 2024. Sementara 29% menilai ekonomi memburuk, dan 4% menyatakan sangat buruk.
Mayoritas publik juga mengaku kondisi ekonomi yang lebih baik tersebut berdampak positif terhadap keseharian mereka, dengan 57% responden menyatakan berdampak dan 11% sangat berdampak. Tren positif juga terdapat pada tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap Presiden.
Sebanyak 67% responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, sementara 81% menyatakan percaya dan sangat percaya pada kepemimpinannya.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan Faktor kepuasan publik didorong oleh sejumlah kebijakan yang dinilai pro-rakyat, seperti Program Makan Bergizi Gratis, yang mendapat apresiasi positif dari 70% publik, Program Pengadaan 3 Juta Rumah Rakyat, dengan 83% tingkat kepuasan di antara yang mengetahui program tersebut, dan Dana Desa yang menunjukkan tingkat kepuasan di atas 70%.
"Tren persepsi publik terhadap ekonomi dan kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan arah yang stabil dan optimistis. Publik menilai kebijakan ekonomi pemerintah mulai terasa hingga ke lapisan bawah masyarakat, terutama lewat program-program seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa," kata Dedi Kurnia Syah di Jakarta, Selasa, (21/10/2025).
Dedi menyebut capaian ini tidak hanya menggambarkan keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga efektivitas komunikasi politik pemerintah. Ia menambahkan, kepercayaan publik yang mencapai lebih dari 80% menandakan bahwa masyarakat melihat kepemimpinan Prabowo tegas, berwibawa, dan berorientasi pada hasil.
"Stabilitas politik dan ekonomi yang berjalan paralel ini akan menjadi modal penting untuk melangkah ke tahun kedua pemerintahan," ujarnya.
Dedi mengatakan survei tersebut menunjukan bahwa publik merespons positif arah kebijakan Presiden yang menekankan keseimbangan antara ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat kecil. Menurutnya hal ini menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai merasakan manfaat nyata dari visi besar Presiden untuk kemandirian ekonomi bangsa.
Survei dilakukan pada 9-17 Oktober 2025. Survei IPO dilakukan terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, tersebar secara proporsional di 38 provinsi Indonesia, dengan komposisi 41% warga kota dan 59% warga desa.
Survei menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling (SMRS) dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

