Survei Poltracking Sebut 78% Publik Puas atas Kinerja Pemerintahan Prabowo–Gibran, Ini Lima Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Hasil survei Poltracking Indonesia mencatat mayoritas masyarakat yang menjadi responden mengaku puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid mengatakan, setidaknya ada lima alasan tertinggi mengapa kinerja prabowo sebagai presiden diapresiasi atau dipersepsikan positif atau dianggap memuaskan oleh publik.
Pertama, tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka (81.5%). Sementara tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka pada periode tahun pertama mencapai (78.1%). Faktor yang menjelaskan penilaian tersebut dikarenakan karakter kepemimpinan dan program-program yang menyentuh langsung kepada publik.
Di antara yang mengatakan puas terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka (18.8%) dikarenakan kepemimpinan tegas dan berwibawa yang dijalankan oleh Prabowo – Gibran selama satu tahun pertama. Selain itu, bantuan pemerintah yang tepat sasaran (12.3%) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (10.4%).
Secara kuantitatif hal lain yang menjelaskan tingkat kepuasan tersebut adalah kepuasan publik terhadap berbagai bidang di pemerintahan. Bidang Pendidikan (79,0%) menjadi bidang tertinggi yang dinilai positif oleh publik, diikuti Bidang Kesehatan (76,6%), Bidang Pertahanan dan Keamanan (75,5%) dan Bidang Sosial Budaya (74.9%).
Baca Juga
Celios Nilai Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Jadi Titik Koreksi Arah Kebijakan Ekonomi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/ Laily Rachev.
"Namun ada tiga bidang terbawah yang harus menjadi perhatian Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam momentum 1 tahun saat ini yang harus terus diperbaiki agar penilaian publik sejajar dengan bidang-bidang lainnya, yakni Bidang Hukum dan Pemberantasan Korupsi (68.2%), Bidang Politik dan Stabilitas Nasional (65.7%), dan Bidang Ekonomi (57.4%)," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (19/10/2025).
Kedua, pada evaluasi kinerja para pembantu presiden di Kabinet Merah Putih, tingkat kepuasan tertinggi yakni Nasaruddin Umar [Menteri Agama] yang tingkat kepuasan publik (65.7%), diikuti Erick Thohir [Menteri Pemuda dan Olahraga] (63.5%), Purbaya Yudhi Sadewa [Menteri Keuangan] (61.2%), Agus Harimurti Yudhoyono [Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan] (61.0%) serta Agus Subianto [Panglima TNI] (60.2%). Kepuasan terhadap kinerja menteri atau pejabat menteri lainnya di bawah 60%.
Selain temuan kepuasan terhadap kinerja menteri, survei ini juga menemukan persetujuan publik terhadap reshuffle kabinet. Publik juga yang menyatakan setuju terhadap perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka (58.4%), sedangkan (10.5%) menyatakan tidak setuju.
Ketiga, beberapa program Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka terus mendapat afirmasi positif, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diketahui sekitar (89.7%) publik dan tingkat kepuasan terhadap program ini yakni (53.5%). Di sisi lain, jika dibandingkan dengan program lainnya, MBG menjadi program yang paling dirasakan oleh publik manfaatnya.
"Program lainnya yakni program pembangunan 3 juta rumah subsidi yang diminati oleh (54.7%) dan mayoritas publik berharap program pembangunan rumah subsidi terjangkau harganya (36.6%) dan memperhatikan kualitas bangunan (15.7%)," kata Hanta.
Program Koperasi Merah Putih yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, sambungnya mendapat persetujuan mayoritas publik, yakni di antara (58.6%) publik yang tahu, (85.4%) mengatakan setuju dengan pembentukan Koperasi Merah Putih.
Keempat, potret kehidupan ekonomi setidaknya tergambarkan dari temuan kondisi kehidupan rumah tangga, sebanyak (65.4%) publik mengatakan lebih baik, sedangkan (26.6%) mengatakan lebih buruk kondisi kehidupan rumah tangganya dalam setahun terakhir. Temuan lain, terkait penghasilan rumah tangga, sebanyak (60.7%) mengatakan lebih baik, sedangkan (31.8%) lebih buruk penghasilan rumah tangganya selama satu tahun terakhir.
Kelima, peta elektoral terkini nama-nama potensial yang akan berkontestasi pada 2029 nanti, pada pengukuran calon presiden, dengan simulasi semi terbuka, Prabowo Subianto masih unggul dibanding nama-nama potensial lainnya dengan elektabilitas (48.5%), diikuti oleh Dedi Mulyadi (15.7%), dan Anies Baswedan (6.3%). Sedangkan nama-nama lainnya masih di bawah 5%.
Pada pengukuran nama-nama potensial menjadi calon wakil presiden, dengan simulasi semi terbuka, Gibran Rakabuming Raka masih unggul dengan elektabilitas (37.0%), diikuti Dedi Mulyadi (13.6%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (6.1%). Sedangkan nama-nama lainnya masih di bawah 5%.
Pada pengukuran partai politik, dengan simulasi surat suara, Partai Gerindra unggul dibanding partai politik lainnya dengan elektabilitas (24.1%), diikuti oleh PDI Perjuangan (15.7%), Partai Golkar (9.5%), PKB (8.4%), Partai NasDem (6.0%), PKS (5.6%), Partai Demokrat (5.4%), dan PAN (3.9%).
Baca Juga
Sebagai informasi, Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional pada awal Oktober 2025, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 3 – 10 Oktober 2025. Sampel pada survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi digital terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
Maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur kinerja satu tahun Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, serta berbagai kebijakan dan program yang sudah dijalankan. Temuan survei di atas merupakan potret terbaru (Oktober 2025), tentu untuk penilaian dan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah sangat bergantung pada berbagai kebijakan dan dampaknya bagi kehidupan ekonomi politik nasional.

