HUT TNI, Kekuatan Militer Indonesia Peringkat Pertama di ASEAN dan Ke-13 di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari ulang tahunnya yang ke-80 pada hari ini, Minggu (5/10/2025). Bertempat di Lapangan Silang Monas, Jakarta, upacara HUT TNI kali ini dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto selaku inspektur upacara.
Selama 80 tahun, TNI telah menjaga kedaulatan negara. Berbagai operasi militer di dalam negeri hingga menjaga perdamaian dunia dilakoni para prajurit TNI.
Kekuatan TNI bahkan menjadi salah satu militer paling kuat di dunia. Global Firepower (GFP) pada 2025 menempatkan kekuatan militer Indonesia di peringkat pertama di antara negara Asia Tenggara. Berdasarkan Global Firepower per 1 Agustus 2025, skor power index atau PwrIndx Indonesia mencapai 0,2557.
Baca Juga
GFP menilai kekuatan militer suatu negara berdasarkan pada skor power index atau PwrIndx yang terdiri atas 60 faktor individual, mulai dari kuantitas alutsista, kualitas dan kondisi peralatan, kondisi geografi, infrastruktur, ketersediaan personil, hingga kemandirian finansial dari militer tersebut. Skor PwrIndx bermakna, semakin mendekati 0 maka semakin berkekuatan sempurna. Skor dengan nilai 0 secara realistis tidak mungkin dicapai negara mana pun di dunia. Untuk itu, semakin kecil skornya, semakin kuat militer negara tersebut.
Skor yang diraih Indonesia di atas negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam yang berada di peringkat kedua dengan meraih skor 0,4024 disusul Thailand dengan skor 0,4536. Selanjutnya, terdapat Singapura dengan raihan skor 0,5271, Myanmar (0,6735), Filipina (0,6987), Malaysia (0,7429), Kamboja (2,0752), Laos (2,2663).
Dengan skor tersebut, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat ke-13 di dunia. Amerika Serikat (AS) menempati peringkat pertama dengan skor 0,074, disusul Rusia dan Tiongkok yang meraih skor sama, yakni 0,079. Selanjutnya, India dengan skor 0,118, Korea Selatan yang meraih skor 0,166, dan Inggris dengan 0,179. Kemudian, terdapat Prancis (0,188), Jepang (0,184), Turki (0,190), Italia (0,216), Brasil (0,242), Pakistan (0,251).
Bahkan, kekuatan militer Indonesia berada di atas Jerman (0,260), Israel (0,266), Iran (0,305), Spanyol, (0,324), Australia (0,330), Mesir (0,343), dan Ukraina (0,376).
Secara total, anggaran militer Indonesia mencapai sekitar US$ 11 miliar. Terdapat 1,05 juta personel militer di Indonesia dengan lebih dari 400.000 merupakan personel aktif. Jumlah itu terdiri dari 300.000 personel TNI AD, 30.000 personel TNI AU, dan 66.000 personel TNI AL.
Untuk kekuatan udara, Indonesia memiliki 41 unit pesawat tempur, 34 unit pesawat serang, 70 pesawat fixed-wing, 112 unit pesawat trainer, 17 unit pesawat misi khusus, satu unit pesawat tanker, 214 unit helikopter, dan 15 unit helikopter serbu. Di darat, Indonesia memiliki 331 unit tank, 20440 unit kendaraan lapis baja, 153 unit artileri swagerak, 396 unit artileri tarik, dan 63 unit artileri roket. Di laut, Indonesia memiliki tujuh unit kapal fregat, 25 unit kapal korvet, 4 unit kapal selam, 221 unit kapal patroli, dan 12 unit kapal penyapu ranjau.
Sebagian dari kekuatan militer Indonesia itu dipertunjukkan pada peringatan HUT TNI hari ini. Disaksikan Presiden Prabowo Subianto, TNI menampilkan defile pasukan, dan pawai alat utama sistem senjata (alutsista). Kepala Negara tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi yang menampilkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit dari matra darat, laut, dan udara. Suara gemuruh kendaraan tempur, helikopter, hingga pesawat tempur yang melintas di langit Jakarta menambah kemegahan suasana.
Baca Juga
Secara total terdapat lebih dari 133.000 prajurit TNI yang dikerahkan dalam upacara HUT ke-80 TNI kali ini. TNI juga mengerahkan 1.047 alutsista dari TNI AD, TNI AU, dan TNI AL untuk mengikuti upacara dan tampil dalam rangkaian parade (defile).
Dari TNI AD, jajaran alutsista yang dikerahkan di antaranya, tank Leopard, tank Harimau, tank Badak, tank Marder, MLRS Astros, Meriam Caesar 155 mm, Anoa berbagai varian, kendaraan taktis Maung, ATAV, Bushmaster, Rudal Mistral Atlas, serta berbagai kendaraan khusus perhubungan, kesehatan, zeni, serta perbekalan dan angkutan. Kemudian helikopter dari Puspenerbad, seperti Apache, Mi-17, Bell 412, Fennec, dan BO-105.
Dari TNI AL, jajaran alutsista yang dikerahkan antara lain tank Amfibi, Meriam Howitzer, Kendaraan Rumah Sakit Lapangan, beberapa jenis kendaraan tempur peluncur roket, kendaraan taktis TNI AL, dan sejumlah rudal. Termasuk yang terbaru buatan Turki, rudal jelajah antikapal jarak jauh Atmaca.
TNI AU juga mengerahkan sejumlah alutsistanya. Beberapa di antaranya, 157 pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, pesawat tanpa awak, dan helikopter. Ada juga kendaraan tempur taktis dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU.
Dalam amanatnya, Prabowo menyatakan, TNI adalah anak kandung rakyat Indonesia serta timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia. TNI, katanya, selalu mengabdi kepada bangsa dan rakyat dan siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk rakyat Indonesia.
"Di tengah ketidakpastian lingkungan global saat ini, TNI merupakan benteng. Benteng NKRI. TNI adalah tulang punggung pertahanan Indonesia yang menjadi penjamin kedaulatan kita. TNI harus siap melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. TNI harus siap mengorbankan segala-galanya untuk keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia," katanya.
Kepala Negara menyampaikan pengharagaan dan terima kasih atas prestasi TNI sampai saat ini. TNI, katanya, selalu tampil di saat kritis.
"TNI tidak akan ragu-ragu untuk mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan rakyat di atas segala kepentingan yang lain," tegasnya.

