Menhan Dorong Transformasi Kesehatan Lewat RSPPN Soedirman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung perkembangan pembangunan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman di Jakarta, Kamis (25/9/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional di bidang kesehatan itu berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie menegaskan bahwa RSPPN Soedirman dirancang sebagai pusat pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan berkelas internasional. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan kesehatan prajurit TNI, tetapi juga masyarakat luas.
“Saya meninjau langsung perkembangan RSPPN Soedirman Kemhan, rumah sakit pertahanan Indonesia yang kita bangun untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan modern, profesional, dan berkelas internasional,” ujar Sjafrie dikutip dari keterangan resmi, Jumat (26/9/2025).
Ia menyebut pembangunan rumah sakit ini sekaligus mencerminkan kesiapan Indonesia dalam memperkuat ketahanan sektor kesehatan. RSPPN Soedirman diharapkan menjadi simbol transformasi sistem pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Baca Juga
Kemenhan Lantik 15 Pejabat Tinggi, Perkuat Tata Kelola Pertahanan Negara
“RSPPN Soedirman menjadi simbol kesiapan bangsa dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi prajurit dan masyarakat,” lanjutnya.
Sjafrie juga mendorong percepatan transformasi sektor kesehatan agar tidak lagi terjebak dalam pola kerja konvensional. Menurutnya, inovasi dan kecepatan menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang unggul dan responsif terhadap tantangan.
“Kita dorong percepatan transformasi agar tidak lagi berjalan dengan pola business as usual, melainkan berorientasi pada keunggulan, inovasi, dan kecepatan dalam setiap langkah pelayanan kesehatan,” tutupnya.
Dengan pembangunan RSPPN Soedirman, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan kesehatan pertahanan sekaligus kontribusi nyata terhadap sistem kesehatan nasional. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat rujukan yang mendorong standar baru dalam pelayanan medis di Indonesia.

