Mensos Lapor Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo, Ini Progresnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan laporan tentang perkembangan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat telah memasuki tahap implementasi nyata.
"Alhamdulillah hari ini saya bersama tim inti Kementerian Sosial (Kemensos) bisa menyampaikan laporan rinci tentang penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk perkembangan dan tantangan yang dihadapi selama proses berjalan," kata Saifullah Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Minggu (7/9/2025).
Mensos mengungkapkan hal itu saat mengunjungi kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menindaklanjuti gagasan Presiden ihwal penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kunjungan itu turut dihadiri Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo dan Sekjen Kemensos, Robben Rico.
Baca Juga
Kemenekraf dan Kemensos Dorong Potensi Siswa Sekolah Rakyat Lewat Ekonomi Kreatif
Menurut Saifullah Yusuf, Presiden Prabowo memberikan arahan-arahan penting agar perencanaan Sekolah Rakyat lebih matang. “Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat rintisan tahun ini,” ujar Menteri yang akrab dipanggil Gus Ipul itu.
Gus Ipul menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk meluncurkan program Sekolah Rakyat secara resmi setelah seluruh aspek teknis dan kelembagaan siap.
Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof Mohammad Nuh mengemukakan, Sekolah Rakyat telah memasuki tahap implementasi nyata.
"Kalau kemarin kami masih merumuskan ide dan gagasan, sekarang ini real pelaksanaannya. Kami melihat tim Kemensos dan jejaringnya all out untuk merealisasikan program ini dengan sangat baik," tutur Prof Nuh.
Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu juga menekankan pentingnya penerapan tiga prinsip utama dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Prinsip pertama, program ini harus terukur, yakni memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dievaluasi secara sistematis.
“Dengan ukuran yang tepat, efektivitas program dapat dinilai secara objektif dan berkelanjutan, sehingga arah pengembangannya tetap sesuai dengan tujuan awal,” tegas dia.
Baca Juga
Kemenkomdigi Dukung Digitalisasi Sekolah Rakyat Presiden Prabowo
Prinsip kedua, menurut Prof Nuh, adalah keterjangkauan. Perencanaan program harus realistis dan bisa dicapai oleh masyarakat luas, terutama kelompok yang paling membutuhkan.
“Prinsip ketiga yaitu akuntabilitas yang menekankan bahwa setiap hasil pelaksanaan program harus dievaluasi secara transparan dan dilaporkan kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab atas penggunaan sumber daya serta pencapaian target yang telah ditetapkan,” papar dia.
Prof Nuh menuturkan, ukuran-ukuran keberhasilan akan mulai terlihat dalam tiga bulan ke depan atau satu semester pertama. Progresnya akan diumumkan secara terbuka.
"Kemensos sangat serius memastikan Sekolah Rakyat ini berjalan baik dan bisa dipertanggungjawabkan ke publik," tandas dia. (ant)

