Didampingi Seskab Teddy, Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Setelah Rampung Lawatan di Beijing
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto tiba di Base Ops Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/9/2025) sore setelah merampungkan agenda lawatan luar negerinya di Beijing, China, selama kurang dari delapan jam. Presiden antara lain didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.
Pesawat kepresidenan yang mengangkut Presiden Prabowo mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. Tepat di bawah tangga, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi yang juga juru bicara Presiden RI, bersama Kepala Protokol Negara, Andy Rachmianto menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
Seskab, Teddy Indra Wijaya yang mendampingi Presiden selama lawatan di Beijing dan dalam penerbangan menuju Jakarta, keluar pesawat lebih dulu. Beberapa menit kemudian, Presiden Prabowo yang mengenakan atasan safari berwarna krem dan kopiah berwarna hitam keluar dari kabin pesawat.
Baca Juga
Prabowo Bahas Penguatan Kawasan hingga 'Giant Sea Wall' dengan Xi Jinping di Beijing
Di dekat pintu, Presiden menyalami terlebih dulu pilot dan ko-pilot pesawat, kemudian Presiden menuruni anak tangga yang dilapisi karpet berwarna biru.
Presiden Prabowo kemudian menyalami Prasetyo, yang pada saat itu mengenakan atasan batik. Selanjutnya, Pras, sapaan populer Prasetyo, dan Presiden Prabowo berjalan menuju arah mobil kepresidenan Maung Garuda, sambil berbincang-bincang.
Pras, sebagaimana ditayangkan dalam siaran langsung Sekretariat Presiden, terlihat melaporkan sesuatu kepada Presiden. Langkah Presiden sempat terhenti dan Presiden melanjutkan pembicaraan dengan Pras.
Perbincangan antara Pras dan Presiden berlangsung selama kurang dari 10 menit. Presiden Prabowo selanjutnya langsung naik Maung Garuda dan meninggalkan lokasi Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma.
Di Beijing, Prabowo merampungkan lawatannya selama kurang dari delapanjam setelah menghadiri parade militer angkatan bersenjata China pada pagi hari, dan bertemu secara khusus dengan Presiden China, Xi Jinping, kemudian Presiden Rusia, Vladimir Putin pada siang sampai sore hari.
Dalam acara parade militer di Tian'anmen, Beijing, Rabu pagi, Presiden Prabowo mendapatkan kehormatan duduk di kursi utama barisan depan bersama tuan rumah, Presiden Xi. Di barisan terdepan itu, ada pula Presiden Putin dan Pemimpin Besar Korea Utara, Kim Jong-un.
Kerja Sama dan Investasi
Perihal pertemuan bilateral dengan Presiden Xi dan Presiden Putin, Seskab Teddy menjelaskan, Presiden Prabowo menindaklanjuti berbagai pembicaraan mengenai kerja sama dan investasi ekonomi antara Indonesia dengan China dan Rusia.
Dalam dua pertemuan bilateral itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Seskab Teddy, dan Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun. Selepas itu, Presiden Prabowo, didampingi Seskab Teddy, meninggalkan Beijing menuju Jakarta.
"Agenda kunjungan kerja ini untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok," tutur Seskab, Teddy Indra Wijaya.
Teddy menambahkan, keberangkatan Presiden menuju Tanah Air dilepas Wakil Menteri Luar Negeri RRT Sun Weidong, Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun, dan Atase Pertahanan RI di Beijing Laksma TNI Sumartono.
Baca Juga
Lawatan Singkat di Beijing, Prabowo Gelar Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
Seskab Teddy mengungkapkan, selama di Beijing, Presiden Prabowo menghadiri perayaan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat China. Perayaan bersejarah itu dihadiri sejumlah pemimpin dunia, 26 pemimpin setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan nampak hadir pada perayaan tersebut.
Usai menghadiri perayaan tersebut, Presiden Prabowo juga melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi di Great Hall of the People, Beijing. Pertemuan kedua pemimpin negara berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan pembahasan terkait penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok.
Kehadiran Kepala Negara dalam forum internasional dan pertemuan bilateral tersebut diharapkan memperkokoh posisi Indonesia di kawasan, sekaligus membawa manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.
"Kunjungan ini juga menunjukkan makna diplomasi, persahabatan, dan penguatan kerja sama strategis antarbangsa," ujar Seskab Teddy. (ant)

