Prabowo Jenguk Korban Ricuh di RS Polri, Tegaskan Hak Demo Damai Tanpa Anarkis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Prabowo Subianto menjenguk para prajurit kepolisian yang mengalami cedera saat mengamankan demonstrasi yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2025. Kunjungan itu dilakukan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban dari aparat maupun masyarakat. “Hari ini saya merasa terpanggil untuk menengok para petugas kita, prajurit-prajurit kepolisian yang mengalami cedera akibat kericuhan. Hingga saat ini tercatat ada 43 personel yang menjadi korban. Sebagian besar telah pulang, namun masih ada 17 orang yang dirawat, terdiri dari 14 anggota kepolisian dan 3 warga sipil,” ujar Prabowo.
Ia mencontohkan salah satu korban adalah seorang perempuan yang sedang menuju pasar dengan sepeda motor. Perempuan tersebut mengalami patah tulang paha dan motornya dirampas oleh sekelompok perusuh. “Ada juga korban dengan luka serius di kepala hingga harus menjalani operasi penggantian tempurung kepala dengan titanium. Ada pula yang kehilangan tangan, meskipun alhamdulillah berhasil disambung kembali. Yang paling parah adalah seorang korban yang ginjalnya rusak akibat diinjak-injak sehingga kini harus menjalani cuci darah,” jelasnya.
Atas pengorbanan tersebut, Prabowo telah memerintahkan Kapolri agar seluruh petugas yang cedera diberikan kenaikan pangkat luar biasa. “Mereka telah membela negara dan rakyat, menghadapi anasir-anasir yang jelas-jelas melakukan kerusuhan,” tegasnya.
Baca Juga
Ormas Keagamaan dan Tokoh Parpol Kembali Diundang Prabowo ke Istana
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah selalu menjunjung tinggi hak demokrasi masyarakat. “Jika demonstrasi dilakukan secara murni, damai, dan sesuai dengan ketentuan undang-undang, aparat justru berkewajiban melindungi. Hak menyampaikan pendapat adalah hak yang dijamin undang-undang. Namun, undang-undang juga mengatur bahwa demonstrasi harus damai, harus mendapatkan izin, dan harus selesai pada pukul 18.00,” ungkapnya.
Namun demikian, Prabowo menyayangkan bahwa dalam aksi beberapa hari terakhir justru ditemukan berbagai indikasi yang mengarah pada tindakan anarkis. “Di banyak tempat ditemukan truk-truk yang membawa petasan berdaya ledak besar yang melukai aparat. Ada korban yang terbakar lehernya, ada pula yang terbakar di bagian tubuh lain. Bahkan ditemukan peralatan untuk membakar fasilitas umum. Kita juga melihat gedung-gedung DPR dan DPRD, sebagai simbol kedaulatan rakyat dan demokrasi, dibakar. Jelas ini bukan lagi penyampaian aspirasi, melainkan aksi yang terencana untuk menciptakan kerusuhan,” tegasnya.
Presiden menyatakan pemerintahannya tetap konsisten membela rakyat kecil dan menurunkan angka kemiskinan. “Semua program saya dijalankan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat kecil. Saya sudah mengumpulkan para pengusaha besar untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja, sementara saya berkonsentrasi membela rakyat kecil dan yang paling lemah. Namun, sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab justru berusaha mengacaukan situasi dengan cara-cara anarkis,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan ragu bersikap tegas. “Saya dipilih rakyat, saya memiliki mandat rakyat, dan saya disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar. Karena itu, saya tidak akan ragu dalam membela kepentingan rakyat. Jika ada aparat yang khilaf atau melakukan kesalahan, tentu akan diselidiki dan ditindak tegas. Namun jangan lupa, puluhan petugas kita berkorban siang dan malam menjaga keamanan seluruh pelosok negeri,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung peristiwa di Sulawesi Selatan, di mana aparatur sipil negara ikut menjadi korban dan gedung DPR dibakar. Menurutnya, tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai makar. “Aparat negara kini sedang menyelidiki siapa yang bertanggung jawab. Indikasi-indikasi sudah ada dan kami tidak akan ragu bertindak,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Prabowo kembali menegaskan tekad untuk menghadapi siapa pun yang berusaha merusak negara. “Saya akan menghadapi siapa pun yang berusaha merusak negara ini, termasuk mafia dan koruptor, sekuat apa pun mereka. Demi Allah, saya tidak akan mundur selangkah pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” pungkas Presiden Prabowo.

