Pramono Anung Beberkan Alasan Tak Temui Massa Saat Demo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membeberkan alasannya tidak hadir di tengah massa saat aksi demonstrasi besar berlangsung di Ibu Kota. Langkah itu diambil bukan untuk menghindar, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap ruang ekspresi publik.
“Saya ini demonstran, saya ini (mantan) ketua Dewan Mahasiswa ITB, saya ini 10 tahun di Istana. Kalau sedang terjadi demo, kemunculan pimpinan tidak membuat semua senang. Jadi, ruang itu memang ruang untuk bagaimana orang mengekspresikan dirinya,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Baca Juga
Pramono Anung Tegaskan Pemulihan Cepat Jakarta Demi Kepercayaan Publik Pascademo
Dia menambahkan, kehadiran pemimpin justru berpotensi dianggap mengambil panggung massa. “Saya sama sekali tidak mau tampil untuk katakanlah dilihat panggungnya, saya mengambil alih panggung itu, nggak. Ini memang karakter saya. Semua pemimpin mempunyai cara berbeda-beda,” tegas dia.
Meski tak muncul di hadapan massa, Pramono mengklaim dirinya aktif memantau kondisi lapangan sejak pagi. “Orang tidak menyangka bahwa jam 05.30 saya sudah di titik, di lapangan. Kenapa saya lakukan itu? Supaya tidak ketemu kalian semua, teman-teman wartawan, supaya saya bisa lebih leluasa, lebih bebas untuk tahu apa yang terjadi sebenarnya,” kata dia.
Menurut Pramono Anung, sejumlah titik yang ia datangi masih dalam kondisi rusak, bahkan terbakar. Dari situ, ia langsung berkoordinasi dengan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro untuk melakukan langkah pemulihan. “Delapan poin ini adalah delapan poin yang akan saya koordinasikan dengan Pangdam dan Kapolda,” jelas dia.
Pramono menegaskan, pengalamannya lebih dari dua dekade di dunia politik memberinya pemahaman tentang psikologi massa. “Pengalaman saya panjang, 21 tahun. Bahkan ketika menjadi pimpinan DPR pun saya tahu karakter psikologi massa. Tidak semua senang kalau ada pemimpin tampil ketika mereka sedang mengekspresikan diri,” tandas dia.
Baca Juga
Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pasukan kebersihan akhir pekan ini untuk mempercepat pembersihan pasca-demonstrasi. Selain mobilisasi ASN, Pramono akan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri.
Tak cuma itu, pada Minggu (31/8/2025) besok, Pemprov DKI akan memberlakukan car free day di sejumlah titik. Ini salah satu langkah penting untuk memulihkan Jakarta.
“Kenapa kemudian car free day tetap saya buka? Karena ini ingin menunjukkan kepada masyarakat, kepada dunia bahwa Jakarta ini aman-aman aja,” ujar dia.

