Demo Sempat Bikin Jalan Merdeka Selatan Arah Balai Kota Jakarta Ditutup
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, mulai dari Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda) mengarah ke Balai Kota DKI Jakarta ditutup menyusul demonstrasi yang diikuti ratusan orang di kawasan tersebut, Kamis, sekitar pukul 08.34 WIB.
Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Selatan arah sebaliknya, atau mengarah ke Patung Kuda di persimpangan Jalan M.H Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, tetap dibuka.
Massa yang tergabung dalam Tani Merdeka itu menyuarakan orasi berisi dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai pro terhadap para petani.
"Kami mohon maaf pada seluruh pengguna jalan karena menyebabkan kemacetan. Tapi yakinlah apa yang kami perjuangkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Di tangan Bapak Prabowo, petani sejahtera, bisa hidup makmur. Kami siap mengawal program Presiden Prabowo," kata Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dalam orasinya.
Unjuk rasa pagi itu diwarnai tarian yang dinamakan "Merdeka" dari penari Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu arus lalu lintas di depan gerbang gedung DPR di Jalan Gatot Subroto pada sekitar pukul 9.50 terpantau masih lancar dan beberapa kelompok buruh dengan atributnya sudah mulai terlihat di kawasan tersebut.
Sejumlah kendaraan juga masih berlalu lalang di jalanan tersebut, baik bus Transjakarta, mobil pribadi hingga kendaraan roda dua. Pada pukul 09.32 WIB, situasi di depan gerbang utama Gedung DPR masih kosong dan belum ada kelompok massa yang datang.
Petugas kepolisian juga sedang bersiap melakukan pengamanan agar unjuk rasa dapat berjalan dengan baik.
"Hingga pukul 08.59 WIB, situasi masih aman dan lancar. Kami sudah melakukan apel dan persiapan agar maksimal menjalankan pelayanan kepada masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary seperti dikutip Antara.
Polda Metro Jaya menyiagakan 4.531 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR, Jakarta.
Ribuan personel itu terdiri dari 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel bawah kendali operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, demikian dikutip Antara.

