Massa Aksi Dipukul Mundur, Aparat Perketat Keamanan di Depan Gedung DPR
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Aparat kepolisian dan TNI memperketat keamanan di depan Gedung DPR. Berdasarkan pantauan Investortrust.id di lokasi, aparat berpakaian loreng terlihat jalan berbaris ke luar gedung DPR sambil membawa tameng bertuliskan PHH.
Pada pukul 13.13 WIB tampak sudah tidak terlihat lagi massa aksi. Petugas Kepolisian memukul mundur massa aksi dengan menyisir Jalan Gatot Subroto.
Tampak pembatas jalur Transjakarta juga terbalik. Selain itu, sampah botol plastik juga terlihat berserakan di depan gerbang depan DPR.
Petugas Kepolisian sebelumnya menembakkan meriam air (water cannon) untuk menghalau massa aksi unjuk rasa yang mulai anarkis dengan melempari petugas di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI pada Senin siang. Massa aksi dipukul mundur sekitar jam 12.50 WIB.
Petugas juga terlihat menangkap sejumlah oknum massa aksi. Saat ini aparat tengah berjaga di depan gedung DPR/MPR.
Diketahui sebanyak 1.250 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemda DKI dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. "Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Senin.
Sebelumnya petugas kepolisian sempat menembakkan meriam air (water cannon) untuk menghalau massa aksi unjuk rasa yang mulai anarkis dengan melempari petugas di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI.
Sekitar jam 12.50 WIB petugas kepolisian terus memukul mundur massa aksi dengan menyisir Jalan Gatot Subroto. Petugas juga terus mengimbau kepada massa aksi untuk mundur dan meninggalkan lokasi aksi karena situasi sudah tidak kondusif.
Massa yang terdesak terus mundur perlahan dan meninggalkan lokasi unjuk rasa dengan mencoba melemparkan barang yang ada kepada petugas.
Selain menembakkan meriam air, petugas juga menembakkan gas air mata untuk menghalau para pengunjuk rasa.
Di saat yang sama, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberlakukan pengalihan rute dan penghentian operasi sementara beberapa rute imbas penutupan Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR/MPR/ DPD RI karena ada unjuk rasa.
Koridor yang dialihkan, yakni Koridor 9 yang meliputi rute 1W (Blok M-Ancol), 3F (Kalideres-Senayan Bank DKI, 9A (Cililitan-Grogol), 10 H (Tanjung Priok-Bundaran Senayan), T31 (PIK-Blok M) dan S61 (Alam Sutera-Blok M).
Sementara ini, arah Pluit tidak melayani Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan. "Situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani di Jakarta dikutip Antara.
Sedangkan rute 8N (Kebayoran-Petamburan via Asia Afrika) mengalami perpendekan jalur, sementara ini arah Petamburan tidak melayani titik pemberhentian (bus stop) DPR/MPR/DPD RI sampai RS TNI AL Mintoharjo.
Kemudian, rute 1B (Tosari-Stasiun Palmerah) dan 1F (Bundaran Senayan-Stasiun Palmerah) sementara tidak melayani penumpang.
Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI terutama yang mengarah ke Grogol atau Slipi dialihkan menuju ke Jalan Gerbang Pemuda.

