Dari Rumah Layak ke Sekolah, Ungkapan Syukur Siswi Sekolah Rakyat untuk Presiden
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id Dua siswi dari Sekolah Rakyat menyampaikan ungkapan hati mereka yang tulus kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan bersekolah dan kehidupan yang lebih layak. Kisah mereka mencerminkan perubahan nyata yang dirasakan anak-anak di daerah terpinggirkan.
Punama Sofia Rita Angel, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang, bercerita dengan penuh haru mengenai perubahan besar sejak tinggal di asrama sekolah rakyat.
“Sejak beta tinggal di asrama sekolah rakyat nih, banyak sekali yang berubah. Setiap hari beta makan nasi hangat dengan lauk telur, ikan bakar, dan daging ayam. Rasanya seperti mimpi, Bapak. Karena di rumah biasanya beta makan nasi putih dan garam sa. Sesekali ditambah sayur daun ubi. Beta baru bisa makan daging ayam tuh kalau ada tetangga buat syukuran,” ungkap Sofia.
Ia menambahkan, kehidupannya kini jauh lebih nyaman. “Dulu beta tidur di kasur tipis di kamar sederhana. Tapi sekarang Tuhan berkati beta bisa tidur di kasur empuk, di kamar yang bersih, dan nyaman. Di sekolah rakyat nih, beta bisa sekolah dengan tenang. Kadang beta jur rindu beta pung mama dan papa di rumah, rindu dong pung suara dan pelukan. Tapi beta tahu ini semua demi beta pung masa depan. Mama dan papa pasti bangga lihat beta bisa sekolah,” ujarnya.
Sofia juga mengungkapkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Presiden yang telah memberikan perhatian pada anak-anak di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih Bapak Presiden. Super perhatikan kami anak-anak terpinggir dari timur. Beta tahu Bapak sibuk urus negara tapi masih sempat urus kami pung sekolah. Bagi beta, bapak su seperti beta pung orang tua yang su angkat beta dari tempat yang gelap dan taruh beta di tempat yang terang,” katanya penuh haru.
Baca Juga
Prabowo Sebut Guru Sekolah Rakyat Jadi Garda Depan Putus Rantai Kemiskinan
Sementara itu, siswi lainnya, Laila, juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden. “Teruntuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beribu kata terima kasih atas segala kebaikan Bapak. Sekarang, aku sudah bersekolah di Sekolah Rakyat untuk menggapai cita-citaku menjadi guru,” ucapnya.
Laila juga menceritakan kebahagiaannya memiliki rumah dan tempat belajar yang lebih layak. “Di sini, aku merasa sangat senang. Terima kasih, Pak. Aku bersama Bapak dan Mama punya tempat tinggal baru. Rumahnya nyaman. Belajar tidak takut hujan, panas, dan bocor lagi. Terima kasih juga. Sekarang aku punya meja belajar baru di rumah. Salam dari Bapak dan Mama. Terima kasih, Bapak Presiden,” kata Laila.
Ungkapan hati dari Sofia dan Laila menggambarkan betapa besar dampak perhatian negara dalam memberikan akses pendidikan dan fasilitas yang layak bagi anak-anak di daerah. Harapan dan doa yang mereka panjatkan menjadi simbol optimisme akan masa depan yang lebih cerah.
Pada kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto mengaku tak menyangka pembangunan sekolah rakyat berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraannya. Dalam 5 bulan sejak ide itu pertama kali disampaikan pada Februari 2025, lebih 100 sekolah sudah berdiri dan menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Prabowo menyampaikan hal itu saat membuka acara "Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat" di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Ia menegaskan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Kabinet Merah Putih yang berhasil mengeksekusi program pendidikan prioritas.
“Ini di luar dugaan bisa bikin 100 sekolah dalam 5 bulan. Tahun depan, insyaallah 200 sekolah dan seterusnya,” kata Prabowo.
Baca Juga
Pemerintah Gelontorkan Rp 24,9 Triliun untuk Bangun 100 Sekolah Rakyat di 2026
Menurut Prabowo, pemerintah menargetkan 200 sekolah rakyat akan beroperasi penuh pada 2026. Ia mengapresiasi menteri dan pimpinan lembaga yang dinilai mampu bekerja lebih cepat dari ekspektasi.
“Terima kasih para pimpinan, para menteri kalian telah bekerja di luar perkiraan saya. Bekerja keras, semangat tetapi juga bekerja cerdas. Ini 100 sekolah sebentar lagi 163,” ujarnya.

