Puluhan Ribu Buruh Berencana Gelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Partai Buruh bersama Koalisi Serikat Pekerja akan menggelar aksi unjuk rasa serentak di 38 provinsi di Indonesia. Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebanyak 10 ribu buruh dari jabodetabek akan turun ke jalan.
"Untuk di Jabodetabek akan dipusatkan aksi di DPR RI dan atau Istana Kepresidenan di Jakarta," kata Said dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (20/8/2025).
Selain di Jakarta, aksi juga digelar di kota-kota industri lainnya seperti Serang Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung. Selain itu aksi juga digelar di Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar Gorontalo, Morowali, Ambon, NTT, hingga Jayapura.
"Jumlahnya puluhan ribu (massa)," ungkapnya.
Said mengatakan dalam aksi tersebut buruh akan menuntut hapus outsourcing dan tolak upah murah. Buruh menuntut ada kenaikan upah murah sebesar 8.5% - 10,5%.
Ia menjelaskan besaran tuntutan itu didasarkan pada hitung-hitungan data pemerintah terkait data inflasi dan data pertumbuhan ekonomi. Selain itu tuntutan kenaikan upah minimum juga didasarkan atas pernyataan pemerintah sendiri yang mengumumkan turunnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.
"Pak Presiden 15 Agustus menyampaikan pengangguran turun, angka kemiskinan turun berarti ekonomi baik dong? Kalau kami memakai logika yang disampaikan oleh pemerintah sendiri di dalam pidato kenegaraan ya kenaikan upah harus naik. 8,5 persen minimal," tuturnya.
Said juga menjelaskan, alasan kenaikan upah perlu dilakukan lantaran daya beli masyarakat saat ini tengah menurun. Menurunnya daya beli masyarakat berdampak pada menurunnya konsumsi rumah tangga.
"Untuk meningkatkan daya beli dan meningkatkan konsumsi, maka meningkatkan daya beli tadi adalah menaikan upah layak," tegasnya.

