Prabowo Ancam Tindak Jenderal TNI dan Polri yang Bekingi Tambang Ilegal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menertibkan pertambangan ilegal di seluruh Indonesia, termasuk menindak tegas oknum aparat maupun mantan pejabat tinggi yang terlibat. Prabowo mengungkapkan terdapat 1.063 tambang ilegal yang beroperasi di berbagai daerah.
"Saya telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini di laporkan potensi kerugian negara adalah minimal 300 Triliun," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Prabowo juga menyoroti kasus kebun kelapa sawit yang seharusnya disita negara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah inkrah 18 tahun lalu, namun tak pernah dieksekusi oleh aparat penegak hukum. Ia mengaku telah memerintahkan pasukan TNI untuk mengawal pengambilalihan kebun tersebut karena sering mendapat perlawanan.
Ia menegaskan penertiban ini akan dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. "Saya minta dukungan seluruh MPR Saya minta dukungan seluruh partai politik untuk mendukung ini demi rakyat kita," ujarnya.
"Saya beri peringatan apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat jenderal-jenderal dari manapun apakah jenderal dari TNI atau jenderal dari Polisi atau mantan jenderal tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat," tegasnya.
Sebagai pimpinan Partai Gerindra, Prabowo juga memperingatkan kadernya untuk melapor sebagai justice collaborator apabila mengetahui ada keterlibatan aparat dalam praktik tambang ilegal. Prabowo juga memastikan tidak akan segan-segan menindak kadernya sendiri.
"Walaupun kau Gerindra, tidak akan saya lindungi," ucapnya.
"Kalau ada yang berani Saya telah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu. Saudara-saudara wakil rakyat sudah tahu keadaan yang sebenarnya. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, segala ulah apalagi saya ini senior mantan tentara, jadi junior-junior itu jangan macam-macam ya, aku tahu," imbuhnya.

