Retret Kadin Indonesia untuk Wujudkan Pengusaha Militan dan Pejuang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan Retret Kadin 2025 yang digelar di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah untuk menghasilkan para penguasaha yang militan dan pejuang.
"Intinya bukan pakai (pesawat) Herculesnya, bukan militernya, tapi bagaimana Indonesia itu bisa mempunyai penguasaha pejuang. Pejuang ekonomi," kata Anindya di Skuadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Anindya mengatakan tujuan retret tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama demi menjaga ketahanan ekonomi. Ini juga terlihat dari upaya Kadin Indonesia membuat 4 program cepat tepat atau quick win.
Program pertama yaitu makan bergizi gratis (MBG) Gtong Royong di seluruh provinsi. Saat ini, kata dia, sudah ada 256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 25 provinsi.
Baca Juga
Mendukung Visi Besar Presiden, Kadin Menjalani Retret untuk Memperkuat Semangat Indonesia Inc.
Kedua, Kadin Indonesia juga memiliki program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Gotong Royong. Yang ketiga adalah untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja atau tenaga kerja migran Gotong Royong.
"Dan yang terakhir rumah layak huni dan terjangkau. Dimulai dengan renovasi," ucap dia.
Usai mengikuti paparan Wakil Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, anggota Kadin Indonesia yang mengikuti retrer akan diterima Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
"Kita dapat konfirmasi. Nanti insyaallah. Jam 3 kita diterima oleh Presiden ke-8. Pak Presiden Prabowo,"ujar Anindya.
Komandan Lanud Halim Perdana Kusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi bangga dengan langkah Kadin Indonesia untuk menghasilkan pejuang ekonomi melalui retret.
"Kami banggga banyak pengusaha yang militan dan pejuang. Mungkin, bapak ibu anggota Kadin sudah biasa naik pesawat biasa, tapi kalau naik Hercules baru luar biasa," kata Erwin.
Acara Retret Kadin 2025 ini disponsori oleh Lippo Group, Sinarmas, Bakrie & Brothers, VKTR, Pupuk Indonesia, Artha Graha Peduli, Bukaka, Ciputra, AlamTri, Mining Industry Indonesia (MIND ID), dan didukung oleh MedcoEnergi, Freeport Indonesia, Chandra Asri, Pelindo, Panbil Group, Adaro, Triputra Agro Persada, Indonesian National Shipowners Association (INSA), Andhika Group, Tempo Scan, Blue Bird Group, Pertamina International Shipping, Grup Kalla, Samator Indo Gas, MedcoEnergi Power, Interport, ASDP Indonesia Ferry dan Padi Indonesia Mandiri.

