Tepis Isu 'Reshuffle', Presiden Prabowo Nyatakan Kabinetnya Solid dan Kompak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Presiden merasa anggota kabinet masih dianggap solid dan kompak.
“Yang disampaikan Presiden adalah beliau merasakan kabinet sangat solid. Kabinet sangat kompak dan beliau sebagai kapten kesebelasan mengucapkan terima kasih banyak atas soliditas, kerja keras, dan kekompakan seluruh anggota kabinet,” jelas Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Meski demikian, Hasan menyadari proses reshuffle kabinet tetap dalam kerangka hak prerogatif presiden. “Presiden bisa lakukan, yaitu tergantung kepada Presiden,” kata dia.
Hasan menyatakan Prabowo melihat adanya kekompakan dan kerja sama antarkementerian dan lembaga dalam bekerja. “Presiden juga megnatakan orang-orang di luar bisa saja berspekulasi ada reshuffle, tapi hari ini Presiden merasa kabinet ini sudah sangat solid dan bekerja dengan kompak,” jelas dia.
Kabar mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih muncul setelah terjadi dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke pemerintahan Prabowo. Meski begitu, sejak sebulan terakhir isu reshuffle telah muncul ke permukaan.
Baca Juga
Diberitakan investotrust.id, Prabowo menegaskan tidak ada rencana untuk melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Penegasan itu disampaikan Prabowo seusai menghadiri penutupan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center, di Jakarta, Kamis (12/6/2025).
"Saya tidak ada rencana mau reshuffle ya kan," tegas Prabowo.
Prabowo menegaskan tidak ingin ada lagi spekulasi mengenai reshuffle kabinet. Kepala Negara menilai jajaran Kabinet Merah Putih telah bekerja dengan baik hingga saat ini.
"Kalau menurut saya begini, untuk supaya tidak ada spekulasi dalam arti saya sekarang sampai saat ini, saya menilai bahwa menteri-menteri saya bekerja dengan baik. Terus terang saja," katanya.
Prabowo mengakui terdapat kritik terkait kinerja sejumlah menterinya. Namun, kritik merupakan hal yang biasa di negara demokrasi karena pemerintah tidak dapat memuaskan semua orang.
"Tapi saya sebagai pengguna, sebagai users, saya merasa menteri-menteri saya bekerja dengan baik. Kadang-kadang ada salah bicara, itu biasa," katanya.

