Data Kebutuhan Masyarakat Perkuat Distribusi Pangan Berbasis Teknologi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Transformasi sistem pangan domestik di kawasan Indo-Pasifik saat ini tengah bergerak menuju kebijakan nasional dan model distribusi berbasis teknologi. Secretary NEISSS India, Chhavi Rajawat, menyatakan bahwa keberhasilan sistem pangan yang baru ditentukan oleh sejauh mana kebijakan pemerintah mendengarkan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Sebagai informasi, Indo-Pasifik merupakan kawasan strategis yang mencakup Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sementara NEISSS adalah organisasi pendidikan nirlaba yang berbasis di Desa Soda, Rajasthan, India.
Chhavi menyebutkan bahwa India telah menerapkan kerangka pengadaan dan pengiriman publik berskala besar untuk menjamin akses pangan. Hal ini turut didukung oleh inovasi di bidang agri-teknologi, logistik, dan e-commerce yang mengubah cara pangan berpindah dari lahan pertanian ke meja makan.
Namun, tantangan global seperti tekanan rantai pasok, ketidakpastian perdagangan akibat konflik geopolitik, perubahan iklim, dan meningkatnya proteksionisme, menjadi hambatan besar yang harus dihadapi bersama.
“Saya mewakili suara rakyat akar rumput, terutama para petani dan mereka yang paling terdampak ketika kebijakan perdagangan berubah,” ujar Chhavi dalam diskusi panel Jakarta Futures Forum 2025 di JW Marriott, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Ia menekankan bahwa kebijakan pangan nasional bukan sekadar program, tetapi perjuangan nyata demi keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, kebijakan tidak boleh didikte oleh kekuatan dominan yang menjadikan ekonomi sebagai alat tekanan.
Baca Juga
Jakarta Futures Forum Tegaskan Pentingnya Kolaborasi India-Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik
Chhavi menggarisbawahi bahwa kerja sama antarnegara tidak semata bertujuan memperkuat posisi, melainkan membangun protokol kolektif untuk menghadapi krisis pangan. Ia menyebut India berhasil menjangkau distribusi pangan hingga pelosok negeri berkat sistem logistik dan digitalisasi yang kuat.
“Saya kira itulah sesuatu yang dapat disediakan oleh ruang digital. Infrastrukturnya ditata dengan baik dan kebijakan dibuat sedemikian rupa sehingga suara rakyat didengar. Sehingga perubahan dan pergeseran dapat terjadi,” tegasnya.
India, lanjutnya, juga memastikan bahwa distribusi pangan tak hanya mencukupi kebutuhan kalori, tetapi juga memenuhi unsur gizi masyarakat. Metodologi distribusi berbasis komunitas menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan secara merata, terutama bagi warga desa terpencil.
“Jika kita menggabungkan dan saling melengkapi dalam hal apa yang telah dieksekusi oleh masing-masing negara, serta melihat metodologi unik sebagai kekuatan bersama, maka kita memiliki alasan kuat untuk bersatu,” pungkas Chhavi.

