BPS Sebut Data Penduduk Miskin Menurun, Senator: Tak Mencerminkan Realita
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Achmad Azran menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkapkan angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 0,2 juta orang dibandingkan dengan September 2024. Menurutnya hal tersebut tidak mencerminkan realita sesungguhnya di lapangan.
"Bagaimana bisa kita bilang menurun jika secara ekonomi banyak masyarakat yang kesulitan. Semakin tingginya pemutusan hubungan kerja dan susahnya mencari pekerjaan adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Kalau dibilang angka kemiskinan menurun, menurut saya tidak seperti itu," kata Azran dalam keterangannya, Minggu (27/7/2025).
Azran menambahkan, yang terjadi sesungguhnya adalah potensi bertambahnya angka kemiskinan. Achmad Azran juga menilai standar garis kemiskinan yang ditetapkan terlalu rendah.
"Jika berdasarkan pada survei sosial ekonomi nasional (Susenas), standar garis kemiskinan itu pengeluarannya sebesar Rp 609.160 per kapita per bulan, atau sebesar Rp 20.305 per hari. Angka ini terlalu kecil menurut saya," ucapnya.
Baca Juga
Menurutnya, dengan angka itu masyarakat belum mampu menutupi kebutuhan mendasarnya. Ia pun mempertanyakan angka standar garis kemiskinan.
"Dengan angka Rp 609.160 perbulan atau Rp 20.305 per hari, kebutuhan masyarakat itu belum terpenuhi. Bahkan untuk makan saja, itu masih kurang. Lantas bagaimana bisa angka itu dijadikan standar? Kebutuhan masyarakat lebih dari itu," ungkapnya.
Ia menduga angka standar yang ditetapkan merupakan angka yang lama. Karena itu menurutnya harus diperbarui sesuai kondisi riil masyarakat.
"Karena pola konsumsi sudah berubah. Misalnya motor, masyarakat kurang mampu atau miskin pun sekarang punya motor, apakah bisa kemudian disebut mereka masyarakat mampu?" ujarnya.

