Adik Prabowo Curhat Sering Terima Laporan Dugaan Korupsi MBG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap sering menerima laporan adanya dugaan praktik korupsi terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Hashim mengakui, setelah menerima laporan dugaan korupsi MBG, biasanya segera menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Ia menyebut hal itu dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan yang diterima.
"Setiap hari saya pribadi terima info mengenai korupsi di Badan Gizi Nasional. Kalau ada korupsi saya langsung hubungi pimpinan BGN, minta diperiksa, minta dikaji, nah apa benar atau tidak," ungkapnya dalam peluncuran lembaga think tank Prasasti Center for Policy Studies di Djakarta Theatre, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Board of Advisor Prasasti Center for Policy Studies ini tidak membantah adanya celah praktik korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Ia menambahkan, adanya celah tersebut membuatnya mewanti-mewanti Presiden Prabowo Subianto agar lebih hati-hati dalam mengawal program prioritas pemerintahan saat ini.
Baca Juga
Survei PRC: 91% Publik Tahu Program MBG, 30% Menyatakan Puas dan Sangat Puas
“Tentu ada banyak kerikil-kerikil, tentu banyak kesalahan yang kita sangat-sangat waspada terhadap korupsi karena ini menyangkut uang yang besar sekali. Tapi, itu sudah kita wanti-wanti, Pak Prabowo sudah wanti-wanti, kita harus kawal makan bergizi gratis,” jelasnya.
Adapun untuk memaksimalkan pengawasan terhadap MBG, Hashim meminta agar masyarakat luas khususnya melalui lembaga think tank seperti Prasasti agar ikut mengawal program prioritas tersebut. Bahkan ia mempersilahkan kepada pihak yang menemukan dugaan korupsi untuk langsung melaporkannya ke BGN.
"Saya kira fungsi dari Prasasti adalah untuk menjadi suatu badan atau entitas yang bisa berikan penilaian objektif terhadap MBG. (Prasasti) bisa kasih masukan-masukan yang ilmiah berdasarkan science and data yang kita bisa berikan kepada pimpinan Badan Gizi Nasional," tuturnya.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan realisasi anggaran untuk program MBG per 12 Juni 2025 mencapai Rp 4,4 triliun. Anggaran yang disalurkan melalui BGN itu telah menjangkau sebanyak 4,89 juta penerima manfaat.

