Prabowo Bisa Manfaatkan Pertemuan dengan Mega untuk Raih Dukungan PDIP di Pemerintah
"Pertama, ini menjadi peluang Prabowo untuk dapatkan dukungan Megawati, meskipun tidak bergabung dengan pemerintah, setidaknya serupa dengan Nasdem yang mendukung tetapi tidak bergabung koalisi," kata Dedi kepada Investortrust.id, Rabu (9/4/2025).
Kedua, Dedi menilai pertemuan ini bisa meredakan pengaruh Jokowi yang cukup dominan pada Prabowo. Menurutnya kekuatan Megawati secara politik lebih diperlukan dibanding Jokowi, mengingat porsi kekuatan PDIP yang besar.
"Pertemuan itu juga sebagai bentuk tawar menawar kekuatan, antara yang diperlukan PDIP dan Prabowo, dan bisa saja PDIP akan mendapat sokongan pemerintah terkait upaya stabilitas politik internal yang selama ini cukup bergejolak di PDIP, termasuk soal tersangkutnya Hasto di KPK," ucapnya.
Kendati demikian Dedi juga menyoroti konflik antara Jokowi dan Megawati. Menurutnya jangan sampai Prabowo menjadi mediator konflik Jokowi dan Megawati.
"Jika itu terjadi maka runtuhlah wibawa Prabowo sebagai Presiden, sekaligus membuktikan jika Jokowi selama ini masih lakukan intervensi pada kekuasaan.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani buka suara terkait peluang PDIP gabung ke Kabinet Merah Putih. Kepada Prabowo, Megawati menegaskan bahwa PDIP tetap berada di luar pemerintahan.
"Ibu Mega mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo yang telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024 bisa efektif untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat karena itu jika dianggap perlu silakan menggunakan PDI sebagai instrumen yang juga bisa digunakan untuk memperkuat pemerintahan tetapi tidak dalam posisi dalam koalisi," kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Dalam pertemuan empat mata tersebut, Megawati berharap pemerintahan Prabowo bisa berjalan efektif. Ia juga berharap Prabowo bisa menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat.
"Jadi, pada prinsipnya, Ibu Mega tetap berharap. Ibu Mega juga berharap agar masa kepresidenan Pak Prabowo bisa efektif sebagai kepala pemerintahan dan Kepala Negara menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat dan bangsa," ucap Muzani. (C-14)

