Jasa Marga Sebut Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan pada Senin Malam
JAKARTA, Investortrust.id - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) atas diskresi kepolisian menghentikan rekayasa lalu lintas (lalin) lawan arah (contraflow) di KM 55 hingga KM 65 di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada Selasa (1/4/2025) pukul 20.00 WIB.
"Setelah terpantau kondisi lalu lintas kendaraan normal, atas diskresi kepolisian, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menghentikan rekayasa lalu lintas contraflow KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 20.00 WIB," ujar Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo di Jakarta, Senin.
Baca Juga
Saat ini kondisi lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah kembali normal di kedua arah.
“Kami mengimbau pengguna jalan Tol Trans-Jawa untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” kata Ria.
Volume kendaraan pemudik pada libur Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 Hijriyah pada periode H-10 hingga H-1 diketahui mengalami kenaikan tipis sebesar 0,4%. Setidaknya kenaikan volume kendaraan pemudik ini terjadi pada ruas tol yang dioperasikan PT Jasa Marga Tbk (Persero) di Pulau jawa.
Melansir DataTrust, jumlah kenaikan ini didapat berdasarkan data akumulasi kendaraan yang keluar dari kawasan Jabodetabek yang melewati empat gerbang tol utama yang dioperasokan oleh PT Jasa Marga Tbk (Persero) pada periode 21 Maret hingga 30 Maret 2025.
Berdasarkan data PT Jasa Marga yang diolah DataTrust, pada tahun 2024 volume kendaraan pemudik yang keluar dari Jabodetabek tercatat sebanyak 1,76 juta kendaraan. Sementara pada periode yang sama tahun ini diketahui meningkat tipis 0,4% menjadi sebanyak 1,77 juta kendaraan.
Adapun empat gerbang tol utama yang menjadi tolok ukur keluarnya kendaraan pemudik adalah Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Trans Jawa, Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju Bandung, gerbang Tol Cikupa menuju Merak, dan Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak Bogor.
Sebelumnya sebagaimana diberitakan, Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 turun 24,34% dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga
Jasa Marga: Puncak Arus Balik Lebaran Diperkirakan Terjadi di 5 - 6 April
Artinya, total pemudik tahun ini kemungkinan hanya 146,48 juta orang alias berkurang 47,12 juta orang dari tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.

