Hutama Karya Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Sumatera pada 28 - 29 Maret 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Hutama Karya (Persero) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 di Pulau Sumatera akan berlangsung pada 28 – 29 Maret 2025 atau H-3 dan H-2 Hari Raya Idulfitri 1446 hijriah.
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto menyampaikan, volume lalu lintas (VLL) diprediksi meningkat sebanyak 68,81% menjadi 2,27 juta kendaraan, dibandingkan dengan VLL harian normal yang sebanyak 1,345 juta kendaraan.
Baca Juga
Hutama Karya Terapkan Diskon Tarif 20% di Tol Trans-Sumatera
“Perkiraan kenaikan traffic arus mudik kali ini, kalau dibandingkan dengan kondisi normal akan meningkat pesat hampir 68%. Kenaikannya diperkirakan masih bisa terkendali dengan baik, karena kapasitas ruas tol Sumatera masih jauh di bawah dari kapasitas yang mampu dikelola. Jadi belum terlalu merepotkan,” ungkapnya dalam konferensi pers persiapan Ramadan dan Idulfitri 2025 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Sementara itu puncak arus balik Idulfitri, lanjut Budi, diproyeksikan pada 5 - 6 April 2025 atau H+4 dan H+5 Hari Raya Idulfitri 1446 hijriah.
Guna mengantisipasi lompatan volume selama angkutan lebaran (angleb) 2025, dia mengatakan, Hutama Karya menyediakan lajur khusus untuk top-up kartu uang elektronik (KUE) dan petugas yang menyediakan KUE sebanyak 32.280 pieces di gerbang-gerbang tol Trans Sumatera.
Baca Juga
Jelang Mudik Lebaran, Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara
“Kemudian menyiagakan petugas gerbang tol untuk bantuan tapping, penggunaan mobile reader untuk mengurai antrean di gerbang tol, dan pengaturan lalu lintas. Kami juga akan mengimbau dan mengarahkan pengguna jalan tol untuk top-up di tempat istirahat dan pelayanan (TIP) dan melalui beberapa media lainnya,” imbuh Budi.
Budi juga menuturkan, perseroan akan bekerja sama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk mengatur lalu lintas di sepanjang Tol Trans Sumatera. “Kami juga menyiapkan Holding System pada TIP Ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Dan sebagian kantong parkir untuk menunggu antrean penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni,” terangnya.

