Anggota Dewan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Sembako Jelang Ramadan
JAKARTA, Investortrust.id -- Anggota Komisi VI DPR, Imas Aan Ubudiyah memprediksi harga sembilan bahan pokok (sembako) bakal meningkat menjelang Ramadan. Untuk itu, Imas meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga sembako.
"Untuk mengantisipasi kenaikan harga saat Ramadan, kami minta pemerintah kendalikan harga sembako sehingga masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Imas dalam keterangannya dikutip Kamis (13/2/2025).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyoroti sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga seperti gula pasir, beras, telur, gula, garam, cabai rawit, dan minyak goreng. Gula pasir, misalnya, seringkali mengalami peningkatan permintaan saat Ramadan karena banyak digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman manis.
Baca Juga
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025
Berdasarkan sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) per 11 Februari 2025, harga gula pasir curah mencapai Rp 18.500 per kilogram.
"Jika tidak dikendalikan sejak sekarang, potensi harga gula pasir dikhawatirkan akan mengalami peningkatan," ujarnya.
Selain gula pasir, permintaan minyak goreng juga dinilai bakal mengalami peningkatan saat Ramadan. Tidak hanya itu, Imas mengatakan harga Minyakita masih di atas harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 17.200 per liter. Padahal, berdasarkan Permendag Nomor 18 Tahun 2024, HET Minyakita seharusnya Rp 15.700 per liter.
"Saya menerima laporan untuk harga cabai merah masih tinggi yakni Rp 70.000 per kilogram. Harga bawang putih masih di atas harga Rp 40.000per kilogram. Kalau tidak segera ditangani, potensi kenaikan harga saat Ramadan dapat terjadi dan sulit dikendalikan," ucapnya.
Komoditas lain yang juga perlu diwaspadai adalah telur ayam ras. Konsumsi telur ayam ras juga berpotensi meningkat saat Ramadhan. Per 11 Februari 2025, harga rata-rata telur ayam ras mencapai 31.300 per kilogram.
"Harus diwaspadai adanya kenaikan harga telur saat Ramadan," kata Imas.
Imas meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan pengawasan intensif terhadap harga sembako menjelang Ramadhan. Ia juga meminta pemerintah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak praktik penimbunan sembako yang dapat menyebabkan kenaikan harga.
"Harus ada penegakan hukum bagi produsen atau pihak-pihak yang menimbun sembako dalam jumlah banyak dengan tujuan dijual lagi saat Ramadan, tetapi dengan harga tinggi," tegasnya.
Baca Juga
Prabowo Gelar Ratas Bahas Pasokan Pangan Jelang Ramadan, Termasuk Gula dan Garam
Selain itu, Imas juga mendorong pemerintah untuk melakukan operasi pasar yang menjual sembako dengan harga terjangkau. Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu.
"Operasi pasar sebaiknya dilakukan tak hanya di kota-kota besar saja tetapi juga di daerah-daerah yang susah terjangkau karena jauh dari pusat kota," tuturnya. (C-14)

