Tanggapi Demo Buruh, Ketum Kadin Anindya: Wajar, Kita Berdemokrasi!
JAKARTA, investortruts.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menanggapi aksi demo buruh yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada Kamis, (6/2/2025). Menurut Anin, aksi demostrasi merupakan hal yang wajar terjadi, namun harus dilakukan dengan tertib agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan ekonomi nasional.
"Tapi yang paling penting apapun demo itu wajar kita demokrasi, tapi bagaimana caranya supaya tidak mengganggu ketertiban masyarakat, apalagi sekarang semua lagi berjuang untuk meningkatkan perekonomiannya," ungkap Anin di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta.
Sebagai informasi, puluhan ribu buruh menggelar aksi di tiga lokasi bertepatan dengan HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Ketiga lokasi yang bakal disatroni kaum buruh hari ini, yakni gedung DPR, gedung Kedubes Malaysia, dan gedung Kementerian ESDM.
Aksi unjuk rasa kali ini melibatkan buruh dari berbagai sektor, termasuk industri manufaktur. Namun, Anin mengaku belum mengetahui secara detail tuntutan yang disampaikan para demonstran. Dia hanya berharap bahwa dialog antara pemerintah, pengusaha, dan buruh dapat berjalan dengan baik tanpa merusak stabilitas ekonomi.
“Saya dengar salah satu yang turun adalah dari industri manufaktur. Saya belum tahu tuntutannya secara pasti, tapi setahu saya mereka juga akan menyampaikan aspirasi ke DPR. Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak—baik pemerintah, pengusaha, maupun buruh—untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik,” tambahnya.
Baca Juga
Tumbuh 4,75%, Industri Manufaktur Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI
Anindya menegaskan bahwa Kadin dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) selalu mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh, dunia usaha, dan pemerintah.
“Kami selalu wanti-wanti agar semua pihak bisa berdiskusi dengan kepala dingin. Jangan sampai aksi yang terjadi malah mengganggu kondisi ekonomi yang sedang kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Ketua Umum Kadin juga menyoroti kondisi anggaran pemerintah yang saat ini mengalami pengetatan, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kesehatan dalam pertemuan sebelumnya.
“Tadi Pak Menteri Kesehatan juga menyampaikan bahwa anggaran sedang dikurangi, tetapi harga-harga tetap tidak boleh turun. Justru di sinilah pentingnya peran sektor swasta dalam mendukung pemerintah,” jelasnya.
Dengan situasi ekonomi yang masih dalam proses pemulihan, Anin berharap agar aksi buruh tetap kondusif dan tidak merugikan dunia usaha maupun masyarakat luas. Dia juga mendorong adanya dialog yang lebih konstruktif antara semua pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. (C-13)

