LP3ES Sebut Prabowo Punya Modal Bagus untuk Berantas Korupsi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Fahmi Wibawa mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki modal yang cukup bagus untuk memberantas korupsi. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik dengan tema "Evaluasi Kritis 100 Hari Pemerintahan Prabowo Bidang Politik dan Pemberantasan Korupsi" di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Fahmi mengatakan selama tiga bulan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, pemberantasan korupsi masih dibayang-bayangi warisan dari pemerintahan sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan publik dalam menilai kinerja pemerintah saat ini.
Baca Juga
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BNI Perkuat Tata Kelola Perusahaan dan Pemberantasan Korupsi
"Seperti kasus di Jiwasraya, Asabri, menara BTS, dan terakhir yang kemarin juga masih menjadi perhatian masyarakat, yakni korupsi di PT Timah yang ternyata dihukum dengan sangat pendek," kata Fahmi secara virtual.
Fahmi menyebut hal inilah yang sering terlihat dalam penilaian mengenai pemberantasan korupsi 100 hari pertama pemerintahan Prabowo.
"Artinya Presiden Prabowo ini masih diliputi oleh pengaruh besar dari 10 tahun era Jokowi," sambungnya.
Meski begitu, Fahmi tetap melihat adanya peluang bagi Prabowo untuk memberantas praktik korupsi di Indonesia. Langkah inilah yang diharapkan dapat direalisasikan Prabowo. Apalagi, Prabowo berulang kali menegaskan pandangannya untuk melawan koruptor.
"Prabowo ini sudah menganggap korupsi ini menjadi penyakit, penyakit kanker stadium 4, menjadi penyakit yang sangat merusak damaging dari negara kita. Sehingga lalu apa pun dilakukan untuk menyelamatkan penyakit ini. Itu mindset-nya Presiden dalam berbagai kesempatan dia sampaikan," ungkapnya.
"Lalu juga dia sampaikan bahwa harus dimulai dari, seperti halnya ikan ya, ikan yang bersifatnya mulainya dari kepala. Jadi yang korupsi, koruptor segala macam itu, ya kepalanya dulu yang harus dilihat dan dicermati," tegas Fahmi.
Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga mengingatkan Prabowo sejatinya memiliki instrumen lengkap dari sisi penegakkan hukum, sisi kuratif, hingga kampanyenya. Hanya saja, hal itu belum terlihat selama tiga bulan terakhir.
"Kita perlu segera bangun, dalam arti kita harus segera ingatkan pada Presiden Prabowo supaya tidak terlalu terbelenggu dengan bayang-bayang pemerintah sebelumnya. Selanjutnya adalah bahwa korupsi ini harus kita sapu dengan sapu yang bersih. Jadi tantangan kita yang paling besar sebenarnya membersihkan sapunya, membersihkan aparat pemberantas korupsi ini supaya mereka bersih dulu dulu," kata Fahmi menambahkan.
Baca Juga
Jerat 9 Tersangka Baru, Kejagung Beberkan Kasus Korupsi Impor Gula Tom Lembong
Kendati tidak bisa dikerjakan dalam 100 hari pertama, dia pun menyebut langkah ini merupakan modal utama yang harus disegerakan oleh Presiden Prabowo.
"Memang butuh waktu, tetapi saya kira ini harus dilakukan kalau memang kita serius untuk pemberantas korupsi," katanya.

