Kepala OIKN Pastikan Masjid IKN Sudah Bisa Dipakai Tarawih Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono memastikan Masjid Negara IKN sudah bisa dipergunakan untuk tarawih pada Ramadan tahun ini. Basuki menyatakan hal tersebut setelah mendapat laporan dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti.
"Jadi tadi dilaporkan Bu Wamen PU insyaallah akan bisa dipakai tarawih," kata Basuki saat akan menghadiri rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga
Kepala OIKN Lapor ke Prabowo soal Perkembangan Investasi di IKN
Masjid Negara di IKN berdiri di atas lahan seluas 32.125 m2 dengan area komersial seluas 2.221 meter persegi dan area penunjang seluas 7.340 meter persegi. Bangunan masjid dibangun seluas 61.596 meter persegi dengan desain tiga lower ground, satu ground floor, dua mezzanine. Selain itu juga terdapat bangunan komersial seluas 2.212 meter persegi dengan dua lantai, dan bangunan penunjang seluas 727 meter persegi.
Kawasan Masjid Negara IKN juga dilengkapi kolam retensi seluas 123.502 meter persegi yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Ditjen Sumber Daya Air.
Fasilitas pendukung lainnya adalah area plaza, tempat wudhu, ruang rapat, hall pertemuan, dan ruang tunggu VIP serta infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan serta utilitas kawasan.
Basuki juga memastikan hunian untuk aparatur sipil negara (ASN) akan rampung seluruhnya pada Maret 2025. Namun, Basuki tidak mengetahui jadwal pemindahan ASN ke IKN. Dikatakan, hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"Dari kami insyaallah sarana prasarananya sudah disiapkan semuanya. (Hunian ASN) sampai maret selesai semua," katanya.
Basuki mengaku hadir di Istana Kepresidenan untuk menghadiri rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo. Ratas ini akan membahas mengenai perkembangan pembangunan IKN.
Baca Juga
Selain mengenai perkembangan pembangunan, Basuki mengaku akan melaporkan kepada Prabowo mengenai investasi di IKN.
"Yang saya laporkan adalah progres saat ini fisik dan lainnya juga, APBN dan juga KPBU dan investasi yang berjalan di IKN sekarang," katanya.

