Mensesneg Sebut Efisiensi Perjalanan Dinas Luar Negeri Dapat Diarahkan untuk MBG
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pembatasan perjalanan dinas ke luar negeri (PDLN). Prasetyo mengatakan salah satu tujuan penghematan anggaran DPLN salah satunya dapat dialihkan untuk program penting di dalam negeri, seperti makan bergizi gratis (MBG).
“Kalau memang kita merasa lebih penting untuk menambah anggaran di makan bergizi ya akan kita alihkan ke sana, tetapi enggak otomatis juga langsung seperti itu,” kata Prasetyo, Minggu (30/12/2024).
Baca Juga
Aturan Terbaru Perjalanan Dinas Luar Negeri Pejabat: Harus Seizin Prabowo
Prasetyo mengatakan pembatasan DPLN untuk penghematan anggaran. Selain itu, dia berharap anggaran yang digunakan untuk DPLN dapat dialihkan untuk kegiatan substantif dan bermanfaat.
“Makanya kita atur sedemikian rupa. Kalau enggak terlalu penting enggak usah lah (ke luar negeri). Konsentrasi di dalam negeri,” ujar dia.
Sebelumnya, Prasetyo telah meneken Surat Edaran Nomor B-32/M/S/LN.00/12/2024 tentang Kebijakan lzin Perjalanan Dinas Luar Negeri yang ditujukan kepada seluruh kementerian dan lembaga pemerintah serta kepala daerah pada 23 Desember 2024. Surat ini dikeluarkan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet tanggal 23 Oktober 2024 dan 6 November 2024, agar pimpinan kementerian/lembaga/daerah/instansi melakukan penghematan perjalanan dinas luar negeri.
Salah satu poin dalam surat edaran ini mengatur perjalanan luar negeri dilakukan secara efektif, efisien, dan selektif yang hasil konkretnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kinerja pemerintah dan pembangunan daerah.
Kemudian, dinas luar negeri harus dilakukan dalam rangka kegiatan yang memiliki urgensi substantif dan sepanjang tidak terdapat tugas prioritas ataupun mendesak di dalam negeri.
Poin lainnya, perjalanan dinas luar negeri dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Presiden Prabowo Subianto melalui sistem informasi perjalanan dinas luar negeri di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Keinginan Prabowo untuk memangkas belanja perjalanan dinas juga tertuang dalam Nota Keuangan APBN 2025. Perjalanan dinas dan paket untuk rapat menjadi beberapa kegiatan yang dipangkas untuk dialihkan ke kegiatan produktif.
Baca Juga
Prabowo Soroti Dinas Luar Negeri Pejabat Habiskan US$ 3 Miliar: Tolong Puasa 5 Tahun
Berkaca pada langkah penghematan anggaran perjalanan dinas kementerian/lembaga (K/L) pada 2024, terdapat pemangkasan belanja perjalanan dinas hingga 50%. Meski demikian, terdapat pengecualian untuk belanja perjalanan dinas bagi unit yang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi utama memerlukan dan perjalanan dinas tetap bagi penyuluh pertanian, juru penerang, dan penyuluh agama, serta perjalanan dinas bagi duta besar atau atase.

