Antisipasi Lonjakan Penumpang, ASDP mulai Terapkan Delaying System di Pelabuhan Merak-Bakauheni
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo memprediksi terjadinya lonjakan penumpang saat Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) berkisar 4,1%, dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Jumlah penumpang diperkirakan meningkat menjadi 3 jutaan atau naik dari sebanyak 4,1% dari periode sama tahun sebelumnya,” kata Heru di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Begitu juga dengan arus kendaraan bermotor yang diseberangkan diprediksi bertumbuh. Dalam paparannya, kendaraan yang akan digunakan para pemudik saat Nataru 2024/2025 diperkirakan mencapai 769.258 unit. Angka ini terdiri atas223.562 unit roda dua, 341.673 unit roda empat, 30.078 unit bus, dan 173.946 unit truk.
Baca Juga
ASDP: 3 Juta Penumpang dan 769 Ribu Kendaraan Bakal Gunakan Feri Selama Nataru
“Tentunya akan bertambah kepada trip kita yang akan bertambah menjadi 14.975 perjalanan,” ucap dia. Kenaikan frekuensi perjalanan pada Nataru 2024/2025 diprediksi mencapai 14,3% dari periode sebelumnya.
Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, Heru mengatakan, ASDP Indonesia bekerja sama dengan Korlantas Polri untuk membuat delaying system di rest area jalan tol menuju Pelabuhan Merak-Bakauheni. Sistem ini bertujuan untuk mengantisipasi masyarakat agar tidak langsung menuju ke pelabuhan.
“Jadi penumpang delay dulu ketika nanti di pelabuhan, sudah mulai terkondisi dengan baik, delaying ini akan kita buka,” kata dia.
Selain menyiapkan delaying system, dia menyebutkan, ASDP Indonesia menyiapkan posko yang dimonitor lintas sektor. Posko itu digunakan untuk merancang pengambilan keputusan yang lebih cepat mengenai arus kendaraan menuju pelabuhan.
Baca Juga
Erick Thohir Optimistis Merger Pelni dan ASDP dengan Pelindo Tekan Biaya Logistik
ASDP Indonesia mengatakan penerapan delaying system sama dengan delapan titik bufferzone di jalan tol dan arteri saat Lebaran 2024. Total kapasitas parkir kendaraan di titik tersebut yaitu 1.190 kendaraan kecil.
Delapan bufferzone di jalan tol tersebut antara lain, Rest Area KM 87B dengan kapasitas 250 kendaraan kecil, rest area KM 67B dengan kapasitas 80 kendaraan kecil, rest area KM 49B dengan kapasitas 250 kendaraan kecil, rest area KM 33B dengan kapasitas 80 kendaraan kecil, rest area KM 20B dengan kapasitas 250 kendaraan kecil. Untuk jalan arteri
Terminal Agrobisnis Gayam dengan kapasitas 150 kendaraan kecil, RM Gunung Jati dengan kapasitas 100 kendaraan kecil, Kantor Lama Karantina Pertanian dengan kapasitas 30 kendaraan kecil.

