Hati-Hati! Cuaca Ekstrem Iringi Nataru 2024/2025 dan Berlangsung Hingga 9 Januari 2025
JAKARTA, investotrust.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 akan terus berlangsung hingga Kamis (9/1/2025).
“Kami mohon untuk terus memonitor perkembangan informasi cuaca, karena dari prakiraan dan prediksi kami, menjelang Nataru hingga sekitar tanggal 9 Januari (2025) di beberapa wilayah, terutama yang di jalur mudik juga mengalami peningkatan eskalasi cuaca,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers kesiapan operasi “Lilin 2024” dalam rangka pengamanan Nataru 2024/2025 di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (18/12/2024).
Dwikorita menambahkan, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI/Polri akan melaksanakan modifikasi cuaca di titik-titik yang rawan terkena dampak bencana alam.
“BMKG, dalam rangka untuk memitigasi kondisi cuaca bersama dengan BNPB dan TNI/Polri, melakukan modifikasi cuaca, terutama untuk titik-titik yang dikhawatirkan akan berdampak potensi bencana (alam),” tambah dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri), Irjen Pol Aan Suhanan mengungkapkan, ada empat titik yang sangat diperhatikan di Tol Trans Jawa selama periode angkutan Nataru 2024/2025.
Baca Juga
Penjualan Tiket Kereta Api Periode Libur Nataru Tembus 1,12 Juta
“Kita ada (pemantauan, red) titik travel spot, seperti kemacetan dan rawan kecelakaan di seluruh Indonesia, ada 700 lebih (titik) rawan kecelakaan maupun kemacetan. Namun yang menjadi concern kita untuk Nataru (2024/2025) ini sebagian besar ada di Pulau Jawa. Titik rawan di tol itu ada di Ruas Batang – Semarang, Japek II Selatan, kemudian Solo – Ngawi itu di KM 543, kemudian Ngawi – Surabaya,” kata Aan usai konferensi pers kesiapan operasi “Lilin 2024” dalam rangka pengamanan Nataru 2024/2025 di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (18/12/2024).
Dia menambahkan, pihaknya juga memantau satu titik yang berpotensi akan terjadi genangan air pada musim penghujan selama periode angkutan Nataru 2024/2025. “Kalau di tol itu ada di KM 258 (Ruas Pejagan – Pemalang) itu sudah diinventarisir. Namun, itu hanya genangan (air) saja,” tambah Aan.
Terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan, pemerintah akan mendirikan 2.794 posko pengamanan (Pospam) angkutan Nataru 2024/2025 untuk memantau lebih dari 60 ribu objek destinasi para ‘pelancong.’
“Kita sudah menyiapkan 2.794 posko terdiri dari 1.852 pospam (pos pengamanan), 735 pos pelayanan, dan 207 pos terpadu untuk mengamankan 61.452 objek pengamanan, di antaranya gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, objek wisata, maupun objek perayaan tahun baru,” papar Listyo.
Ia turut menyampaikan, meskipun perkiraan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terjadi pergerakan arus mudik dan balik sebanyak 110,6 juta orang selama libur Nataru 2024/2025, pemerintah tetap mengantisipasi apabila ada lonjakan yang terjadi selama pelaksanaan posko pengamanan berlangsung.
“Tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan daripada tahun sebelumnya sebesar 110,6 juta orang. Di mana angka ini, tentunya di lapangan bisa meningkat realisasinya karena memang dibandingkan tahun sebelumnya juga terjadi peningkatan kurang lebih sekitar 3 – 17% daripada hasil survei,” ujar Listyo.
Listyo juga memprediksi arus puncak mudik di libur panjang Nataru 2024/2025 akan terjadi di 21 dan 28 Desember 2024.
“Prediksi (puncak) arus mudik kemungkinan akan terjadi di sekitar tanggal 21 (Desember 2024), karena itu adalah kegiatan mudik yang kemungkinan akan mencapai puncaknya karena anak-anak sekolah juga saat itu sudah libur, dan kemudian tanggal 28 Desember (2024) menjadi puncak arus mudik kedua,” tutup dia.

