Hari Ini, Pilkada 2024 Digelar di 37 Provinsi, 93 Kota, dan 415 Kabupaten
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 37 provinsi, 93 kota, dan 415 kabupaten menggelar pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak pada hari ini, Rabu (27/11/2024). Terdapat 1.553 pasangan calon yang bertarung di Pilkada 2024.
Ribuan calon kepala daerah ini terdiri dari 103 pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, 1.166 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, dan 284 pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota.
Pemerintah memastikan pemungutan suara Pilkada 2024 telah siap untuk digelar. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengatakan, pemerintah telah memetakan daerah rawan serta permasalahan teknis penyelenggaraan.
"Di antaranya yang terkait distribusi logistik, kemudian kertas suara, surat suara yang rusak, dan kemudian juga validasi daftar pemilih tetap, termasuk pemetaan di daerah rawan bencana," kata Budi Gunawan saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (22/5/2024).
Baca Juga
Dukung Pesta Demokrasi, Seluruh Kantor Cabang BNI Diliburkan pada Hari Pilkada 2024
Menko Polkam bersama kementerian/lembaga yang tergabung dalam desk pilkada serentak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengungkap kesiapan akhir tahap pemungutan suara telah rampung. Budi Gunawan juga mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan hak suara dan menjaga stabilitas selama tahapan pilkada serentak berlangsung.
"Berbeda pilihan adalah hal yang biasa, namun yang terpenting menjaga persatuan, menjaga keutuhan bangsa indonesia yang sanga kita cintai. Kita semua bersaudara mari kita wujudkan pilkada serentak yang sejuk dan damai," sambung dia.
Pria yang akrab disapa BG ini juga mengungkap sinergi antara kementerian/lembaga termasuk KPU, Bawaslu hingga TNI/Polri sekaligus memastikan pilkada serentak akan berjalan transparan, jujur dan adil.
Eks kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu menyinggung, kualitas pilkada sangat erat kaitannya dengan netralitas penyelenggara, termasuk aparat keamanan, pejabat negara serta aparatur sipil negara (ASN). Terlebih, kata dia, hal tersebut dikuatkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 136 PUU XII 2014 tentang sanksi pidana bagi aparat yang tidak netral.
"Oleh karenanya Kemenko Polkam, selaku penannggung jawab desk pilkada beserta Mendagri, bersama TNI/Polri terus melakukan langkah-langkah, memastikan stabilitas keamanan dan politik dengan menangani setiap potensi gangguan dan potensi ancaman yang dapat menganggu pelaksanaan pilkada serentak," ungkap BG.
Budi Gunawan mengatakan logistik pilkada serentak telah didistribukan ke daerah-daerah pelosok, seperti Nabire dengan bantuan dari satuan tugas (satgas) TNI. Bahkan Budi Gunawan menyebut pemerintah all out mendukung kesiapan KPU.
"Kesimpulan rapat hari ini siap untuk kelaksanaan pilkada serentak pada hari Rabu tanggal 27 November," katanya.
"Jangan terpengaruh pada provokasi, ciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif," katanya.
Di lokasi yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan 1,4 juta personel kepolisian akan menjaga gelaran Pilkada 2024. Seluruh anggota akan mengawal dari awal pencoblosan hingga berakhirnya masa Pilkada 2024.
Listyo mengungkapkan Polri juga melakukan pengecekan logistik bersama dengan TNI, KPU, dan Bawaslu, untuk memastikan gelaran Pilkada 2024 aman dan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

