Tanggulangi Banjir Jakarta, 3 Cawagub Tawarkan Solusi Bendungan dan Biopori Hingga Pemanfaatan AI
JAKARTA, investortrust.id - Data penanggulangan bencana Jakarta menunjukkan jumlah kejadian banjir pada 2022 mencapai 643 kejadian atau naik 54,5% dari tahun sebelumnya. Bencana banjir menimbulkan dampak sosial seperti korban jiwa, kerusakan hunian, dan fasilitas umum.
Calon wakil gubernur nomor urut 02, Kun Wardana menjelaskan tiga sumber banjir Jakarta, yaitu banjir rob, banjir kiriman, hingga tingginya curah hujan. Masing-masing banjir, kata dia, punya solusi masing-masing.
Untuk mengatasi banjir kiriman, Kun menyarankan komunikasi yang intens antara Pemprov Jakarta dengan pemda sekitar untuk mengatur debit air dan perbaikan tata guna lahan.
Sementara, untuk curah hujan tinggi, Kun menawarkan sistem pengendalian air terpadu. Salah satu caranya dengan menormalisasi daerah aliran sungai (DAS).
“Kita akan membangun kolam pipi monyet, contohnya di Tebet Eco Park,” kata Kun saat debat calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Minggu (17/11/2024).
Baca Juga
Tiga Paslon Cawagub Jakarta Kompak Retribusi Sampah Tak Perlu Ada, Apabila...
Selain itu, Kun menawarkan solusi dengan penerapan beton berpori di trotoar Jakarta. Dia mengatakan beton berpori mampu menyerap air hingga 600 liter per meter persegi per menit.
“Kemudian melakukan optimaslisasi perbaikan pompa dan teknologi modifikasi cuaca khususnya untuk waktu-waktu tertentu,” ucap dia.
Calon wakil gubernur nomor urut 03 Rano Karno menyarankan pembangunan waduk untuk mengurangi debit air yang masuk ke Jakarta sebagai salah satu solusi mengatasi banjir. Meski begitu, dia juga ingin normalisasi sungai dan penambahan jumlah sumur resapan juga dilakukan.
Untuk mengatasi genangan, dia memastikan kerja pasukan orange akan intens. “Kita akan membangun jaringan utilitas terpadu agar kabel-kabel tidak menumpuk di drainase,” kata Rano Karno.
Rano mengatakan penanganan banjir bisa menjadi prioritas APBD Jakarta 2025. “Normalisasi sungai harus segera diselesaikan,” ujar dia.
Baca Juga
Calon wakil gubernur nomor urut 1 Suswono menanggapi dengan penanganan banjir dari hulu-tengah-hilir. Di hulu, kata dia, penanganan banjir Jakarta perlu diikuti dengan pembangunan bendungan dan waduk-waduk baru untuk menahan laju air tidak langsung ke Jakarta.
“Di tengah kita bangun sumur-sumur resapan dan biopori agar air tanah di Jakarta bertambah,” kata Suswono.
Sementara di bagian hilir, Suswono mengatakan giant seawall (GSW) menjadi satu paket solusi yang melengkapi agar Jakarta terbebas banjir.
Melihat kesamaan pendapat, Kun menambahkan salah satu solusi untuk mengatasi banjir yaitu kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence).
“Jadi dengan adanya situ, waduk, atau kanal kita bisa masukkan AI di sana, sehingga dia secara cerdas bisa menentukan posisi-posisi yang terbaik untuk Jakarta, agar tidak terkena banjir,” kata Kun.
Selain itu, Kun juga meminta pemetaan berkala daerah banjir. Tujuannya, mengetahui informasi titik-titik rawan dan informasi ini perlu disampaikan ke warga.
“Bagaimana rencana mitigasinya dan kita koordinasi dengan BPBD dengan intens untuk penanggulangan banjir,” ujar dia.

