Dampak Bandara Komodo Tutup, Wisatawan Lewat Jalur Laut Keluar Labuan Bajo
LABUAN BAJO, investortrust.id - Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, ditutup sementara sejak Sabtu (9/11/2024) imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT. Hingga Rabu (13/11/2024) pagi, Bandara Komodo masih belum beraktivitas secara normal.
Melansir dari laman resmi Instagram Bandara Komodo @bandarakomodo, Rabu (13/11/2024), Bandara Komodo tutup hingga pukul 20.00 WITA dikarenakan masih terdampak abu vulkanik Gunung Lewotobi.
Wisatawan pun akhirnya memilih naik kapal untuk bisa balik ke daerah asal. Pantuan Investortrust di Terminal Penumpang Wae Kelambu, Labuan Bajo, tampak wisatawan mancanegara dan nusantara antre membeli tiket kapal.
Mereka membeli tiket kapal karena jadwal penerbangan yang seharusnya terbang Minggu (10/11/2024) sore batal.
Bayu Prasetio, wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan, dirinya sebelumnya sudah merencanakan akan pulang dari Labuan Bajo pada Minggu. Namun, karena mendapatkan kabar ada erupsi Gunung Lewotobi, ia terpaksa menunda untuk penerbangan.
"Jadi kita postpone atau menunda untuk penerbangan. Dan maskapai juga membatalkan penerbangan tersebut. Cuma sebenarnya kita tadinya rencana mau stay mungkin maksimal dari Senin atau Selasa. Karena diperkirakan mungkin sudah membaik, ternyata sampai pada hari Rabu terjadi erupsi kembali," ujar Bayu kepada Investortrust.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bayu akhirnya memutuskan untuk kembali ke daerah asalnya menggunakan kapal, yaitu KM Dharma Rucitra 8 dari Pelabuhan Wae Kelambu, Labuan Bajo menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Karena kita tidak tahu apakah kedepannya akan terjadi erupsi kembali atau tidak seperti itu," ungkap Bayu.
Lebih lanjut, Bayu berharap kondisi erupsi ini segera membaik dan masyarakat yang terdampak tidak berdampak buruk.
"Dan semuanya lekas membaik. Dan untuk maskapai penerbangan juga bisa kembali aktif. Biar teman-teman yang hari ini sampai hari Rabu masih tertahan di Labuan Bajo bisa kembali ke rumah masing-masing," pungkas Bayu.

