Bertolak dari Halim, Prabowo Mulai Lawatan ke Sejumlah Negara
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memulai kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara, pada hari ini, Jumat (8/11/2024). Menggunakan pesawat kepresidenan berwarna putih dengan garis merah, Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 10.25 WIB.
Prabowo diagendakan akan mengunjungi China, Amerika Serikat, Peru, Brasil, dan Inggris dalam lawatan selama sekitar dua pekan. Kepala Negara akan menghadiri undangan kehormatan dan bertemu Presiden China Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, dan PM Inggris Keir Starmer. Selain itu, Prabowo juga akan menghadiri KTT APEC di Peru dan KTT G-20 di Brasil.
Baca Juga
Lawatan ke Luar Negeri, Prabowo Minta Menteri Tak Ragu Meneleponnya
Dalam kunjungan ke AS, Prabowo kemungkinan akan bertemu dengan pemenang Pilpres AS Donald Trump.
Lawatan ini merupakan kunjungan kenegaraan perdana Prabowo sebagai presiden. Dalam arahannya saat sidang kabinet di Kantor Presiden, Rabu (6/11/2024). Prabowo menegaskan, lawatannya ke sejumlah negara memiliki nilai strategis dan krusial bagi ekonomi Indonesia. Untuk itu, Prabowo yang ingin fokus menangani sejumlah urusan di dalam negeri terpaksa berangkat ke luar negeri.
"Jadi hal-hal ini (kunjungan ke luar negeri) tidak bisa saya hindari karena semua punya nilai strategis, juga berhubungan juga dengan keadaan ekonomi kita," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, undangan untuk menghadiri KTT APEC dan G-20 menunjukkan Indonesia memiliki posisi strategis di dunia internasional. Prabowo mengaku harus menghadiri berbagai pertemuan tersebut untuk menggali potensi yang dimiliki dan menyelesaikan masalah-masalah yang krusial dan strategis dengan kelompok-kelompok negara tersebut.
"Yang bisa dikatakan merupakan blok-blok ekonomi yang sangat penting dan krusial untuk kelangsungan ekonomi kita," katanya.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Lawatan ke Luar Negeri Strategis dan Krusial bagi Ekonomi RI
Prabowo memastikan akan terus memonitor roda pemerintahan selama kunjungannya ke luar negeri. Prabowo juga meminta para menteri dan jajaran Kabinet Merah Putih untuk tidak ragu menghubunginya melalui telepon, video call, dan lainnya jika memang dibutuhkan.
"Jadi silakan gunakan teknologi tetapi tentunya hal-hal rawan tidak perlu lewat telepon. Ini zaman modern ini banyak telinga yang ingin dengar. Jadi kalau saudara mau sampaikan hal penting silakan saya membuka pintu," katanya.

